Penjualan Sepeda Motor Honda Menurun

Dampak Aturan Uang Muka 30%

Jumat, 27/07/2012

NERACA

Jakarta - Deputy General Manager Sales Division PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya mengungkapkan peningkatan penjualan pada periode Juli dan Agustus masih lebih kecil dibandingkan kondisi normal seperti tahun sebelumnya. Kalau normal penjualan naik 25%-30%, karena ada kebijakan uang muka minimum kenaikan penjualan hanya 5%-10%.

Thomas menuturkan, kebijakan kenaikan uang muka mulai memperlihatkan dampaknya bagi penjualan sepeda motor di tanah air. “Penjualan setelah Hari Raya Idul Fitri akan menjadi indikator utama seberapa besar pengaruh kebijakan tersebut. Sejauh ini, produk sepeda motor matic seperti Honda Vario, Beat, Spacy dan Scopy masih mendominasi penjualan,” papar Thomas di Jakarta, Rabu (26/7).

Penggunaan sistem kredit syariah akan menolong penjualan sepeda motor. Besaran uang muka kredit sepeda motor yang cocok bagi konsumen adalah sekitar 10%. “Uang muka sekitar Rp1,5 juta lebih cocok dengan konsumen sepeda motor,” ujarnya.

Thomas menambahkan, Honda menargetkan penjualan produknya hingga akhir tahun mencapai 3,8 juta unit. “Hingga semester I ini, penjualan sepeda motor Honda mencapai 2,1 juta unit. Perusahaan berencana menambah sekitar 170 diler dan meningkatkan kualitas layanan diler untuk mencapai target tersebut dan Honda akan meluncurkan minimal dua produk baru pada segmen motor sport hingga akhir tahun ini,” tandasnya.

Di tempat yang sama, GM Divisi Honda Customer Care Centre AHM, Istiyani Susriyatior mengungkapkan, akan mengangkut 1.200 sepeda motor dalam program mudik dan balik bareng Honda dari Jakarta-Semarang dan Jakarta-Yogyakarta. "Kami menyiapkan 24 truk pengangkut sepeda motor pemudik dan 58 bus penumpang," kata dia.

Dia menjelaskan program Mudik Bareng Honda (MBH) tersebut akan diikuti oleh sekitar 2.400 orang dengan asumsi satu sepeda motor diisi dua orang. Program MBH tersebut, lanjut dia, sudah dibuka pendaftarannya sejak awal Ramadhan. "Sampai saat ini sudah sekitar 750 peserta yang mendaftar," katanya.

Para peserta MBH hanya dikenakan biaya pendaftaran Rp50 ribu dan persyaratan sepeda motor harus standar. Mereka, kata Istiyani, akan mendapat fasilitas pengangkutan sepeda motor sampai Semarang atau Yogyakarta, sesuai tujuan masing-masing.

Sedangkan pemudik diangkut oleh bus dan mendapat fasilitas makan sahur, buka puasa, dan bensin, serta asuransi kecelakaan. "Sepeda motor pemudik akan diangkut oleh truk pada tanggal 12 Agustus, sedangkan pemudik diangkut bus pada 15 Agustus," kata Istiyani.

AHM menyiapkan kapasitas angkut masing-masing sebesar 550 sepeda motor untuk tujuan Jakarta-Semarang dan Jakarta-Yogyakarta, serta 100 sepeda motor untuk program balik dari Semarang-Jakarta pada 23 Agustus. "Program balik diperkirakan pesertanya lebih sedikit, karena biasanya pemudik tidak bersamaan balik ke Jakarta, ada yang bertemu mertuanya dulu, reunian, dan lain-lain," katanya.

Selain program MBH, AHM juga menyiapkan 23 tempat istirahat di jalur mudik di utara dan selatan Jawa, maupun Lampung (Bakauheni, Tulang Bawang, Bandar Lampung) dan Bali, serta lima bengkel resmi Honda (AHASS) yang beroperasi mulai jam 7 pagi sampai jam 11 malam pada 16 Agustus-23 September.