Danamon Bidik Penumpang Garuda - Layani Pembayaran Tiket Online

NERACA

Jakarta---PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon) mengembangkan bisnisnya lewat fasilitas pembayaran "online" tiket pesawat Garuda Indonesia melalui jaringan ATM Danamon dan layanan internet banking. "Danamon selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi nasabah melalui kerja sama dengan mitra pilihan, termasuk Garuda Indonesia yang merupakan maskapai nasional Indonesia," kata Presiden Direktur Bank Danamon, Henry Ho, yang menyaksikan penandatanganan tersebut bersama dengan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar.

Layanan tersebut hadir setelah Direktur Perbankan Konsumer Bank Danamon, Michellina Triwardhany menandatangani perjanjian kerja sama dengan Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia, Elisa Lumbantoruan, di Cengkareng, Kamis.

Sebagai salah satu maskapai terkemuka di Asia Tenggara, kata Henry, Garuda Indonesia adalah mitra yang tepat bagi Danamon karena memiliki jaringan bisnis yang luas dengan pelayanan 32 rute domestik dan 18 rute internasional

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dalam sambutannya berharap kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat yang saling menguntungkan. "Garuda Indonesia memiliki kesamaan dengan Bank Danamon yang membidik segmentasi pasar kelas menengah-atas," kata Emirsyah.

Kerja sama itu, merupakan salah satu bentuk komitmen Garuda dalam meningkatkan layanan bagi pengguna jasa, khususnya dalam memberikan alternatif untuk bertransaksi.

Ke depan, Emirsyah berharap kerja sama dengan Bank Danamon dapat semakin erat, termasuk dengan kemungkinan kerja sama dengan anak perusahaan Citilink.

Dengan kerja sama tersebut, nasabah Danamon dapat melakukan pemesanan tiket melalui Call Center Garuda Indonesia (021-23519999 atau 0804 1 807 807) yang kemudian pembayarannya dapat dilakukan melalui jaringan ATM yang berjumlah lebih dari 1.300 unit di seluruh Indonesia.

Danamon merupakan bank kelima belas yang menjadi mitra pembayaran tiket "online" Garuda setelah Bank Mandiri, BCA, BRI, CiMB Niaga, Bank Panin, Bank Mega, BII, BTN, Bank Bukopin, Bank Permata, Bank Sumsel Babel, Bank Sumut, dan Bank Syariah Mandiri. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Siapkan Tawaran Khusus, Cashwagon Ingin Tingkatkan Jumlah Pemberi Pinjaman

    NERACA Jakarta - Perusahaan platform P2P (Peer to peer) Cashwagon (Kas Wagon) Indonesia menyiapkan tawaran khusus bagi para…

MAGI Beri Penghargaan ke Bengkel Rekanan Terbaik

    NERACA.   Jakarta - PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI) memberikan penghargaan kepada bengkel rekanan terbaiknya dalam ajang…

Jamkrindo Syariah Targetkan Volume Penjaminan Rp35 Triliun

NERACA Jakarta - PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar) mentargetkan volume penjaminan pada akhir 2020 mendatang bisa mencapai Rp35 triliun dan meraih…