Penerapan ICT Percepat Pembangunan Infrastruktur

Kamis, 26/07/2012

NERACA

Jakarta – Pengembangan teknologi informatika dinilai telah mendorong percepatan pembangunan proyek infrasturtur, terutama yang masuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “Penerapan teknologi telematika atau Information and Communication Technology (ICT) menjadi semakin signifikan serta membutuhkan aplikasi yang sepadan untuk mengimbangi pengembangan infrastruktur ekonomi yang sedang berjalan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta,25/7

Lebih jauh kata Hatta, penerapan informasi dan teknologi akan menjadi salah satu daya dorong pemerataan pembangunan, khususnya infrastruktur di daerah. Bukan itu saja, implementasi proyek MP3EI semakin dihemat.

Lebih jauh dijelaskan Hatta, salah satu indikator mempercepat implementasi MP3EI adalah dengan sistem aplikasi telematika seperti e-government (e-gov). Menurut dia, e-gov adalah suatu sistem dibidang pemerintahan yang mengatur berbagai aplikasi lintas sektoral demi terciptanya integrasi antar stakeholders untuk kepentingan semua aspek nasional melalui pendayagunaan telematika.

Berikut adalah contoh aplikasi e-gov yang paling relevan untuk MP3EI adalah e-procurement, e-service, e-ID, e-policy, e-office (smart office), e-budgeting, e-payment, e-filing, e-education, e-tax, e-agriculture, e-culture, e-heritage, e-learning, e-health, e-business, e-commerce dan lain lain.

Ia menjelaskan bahwa penerapan e-goverment secara nasional untuk memperkuat konektivitas intra dan internasional melalui peningkatan jaringan komunikasi dan teknologi informasi yang dapat memfasilitasi seluruh aktifitas serta menjembatani kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam program MP3EI salah satunya dengan penerapan solusi komputasi awan hybird.

Ditempat yang sama, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro mengatakan transformasi adalah bagian penting dalam memperkuat daya saing. Indonesia, menurut dia, memiliki kesempatan dalam penguatan industri kreatif, perdagangan dan sektor-sektor ekonomi lainnya dimana kekuatan anak muda Indonesia tidak dapat dikesampingkan. "Dengan Teknologi Informasi dan Komputerisasi (TIK), kesempatan yang ada dapat direalisasikan. Di kalangan pemerintah sendiri, dengan pemerintah yang saling terhubung, transparan dan modern maka efisiensi dan efektifitas dalam melayani masyarakat dapat terwujud," tukas Andreas.

Untuk bisa memperkuat daya saing Indonesia, lanjut dia, ada 4 kunci yang menjadi fokus dan perlu diterapkan secepatnya antara lainadalah transformasi pendidikan, mengembangkan kewirausahaan, menghubungkan seluruh Indonesia dan membuat sebuah pemerintahan yang terhubung dan transparan. **bari