Penerapan ICT Percepat Pembangunan Infrastruktur

NERACA

Jakarta – Pengembangan teknologi informatika dinilai telah mendorong percepatan pembangunan proyek infrasturtur, terutama yang masuk dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “Penerapan teknologi telematika atau Information and Communication Technology (ICT) menjadi semakin signifikan serta membutuhkan aplikasi yang sepadan untuk mengimbangi pengembangan infrastruktur ekonomi yang sedang berjalan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta,25/7

Lebih jauh kata Hatta, penerapan informasi dan teknologi akan menjadi salah satu daya dorong pemerataan pembangunan, khususnya infrastruktur di daerah. Bukan itu saja, implementasi proyek MP3EI semakin dihemat.

Lebih jauh dijelaskan Hatta, salah satu indikator mempercepat implementasi MP3EI adalah dengan sistem aplikasi telematika seperti e-government (e-gov). Menurut dia, e-gov adalah suatu sistem dibidang pemerintahan yang mengatur berbagai aplikasi lintas sektoral demi terciptanya integrasi antar stakeholders untuk kepentingan semua aspek nasional melalui pendayagunaan telematika.

Berikut adalah contoh aplikasi e-gov yang paling relevan untuk MP3EI adalah e-procurement, e-service, e-ID, e-policy, e-office (smart office), e-budgeting, e-payment, e-filing, e-education, e-tax, e-agriculture, e-culture, e-heritage, e-learning, e-health, e-business, e-commerce dan lain lain.

Ia menjelaskan bahwa penerapan e-goverment secara nasional untuk memperkuat konektivitas intra dan internasional melalui peningkatan jaringan komunikasi dan teknologi informasi yang dapat memfasilitasi seluruh aktifitas serta menjembatani kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam program MP3EI salah satunya dengan penerapan solusi komputasi awan hybird.

Ditempat yang sama, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Andreas Diantoro mengatakan transformasi adalah bagian penting dalam memperkuat daya saing. Indonesia, menurut dia, memiliki kesempatan dalam penguatan industri kreatif, perdagangan dan sektor-sektor ekonomi lainnya dimana kekuatan anak muda Indonesia tidak dapat dikesampingkan. "Dengan Teknologi Informasi dan Komputerisasi (TIK), kesempatan yang ada dapat direalisasikan. Di kalangan pemerintah sendiri, dengan pemerintah yang saling terhubung, transparan dan modern maka efisiensi dan efektifitas dalam melayani masyarakat dapat terwujud," tukas Andreas.

Untuk bisa memperkuat daya saing Indonesia, lanjut dia, ada 4 kunci yang menjadi fokus dan perlu diterapkan secepatnya antara lainadalah transformasi pendidikan, mengembangkan kewirausahaan, menghubungkan seluruh Indonesia dan membuat sebuah pemerintahan yang terhubung dan transparan. **bari

BERITA TERKAIT

Niaga Daring - Infrastruktur Internet Cepat Topang Geliat Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini telah berhasil membangun internet cepat di seluruh Indonesia guna…

Bappenas Dorong Pembangunan Papua Berbasis Pendekatan Adat

    NERACA   Jakarta - Pendekatan sosiologi-antropologi menjadi faktor penting dalam proses perencanaan pembangunan nasional untuk Tanah Papua. Pendekatan…

Kebanjiran Proyek Infrastruktur - Cashflow Waskita Beton Akhir Tahun Positif

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diproyeksikan mencatatkan cashflow operasional…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Membaiknya Ekonomi, Penerimaan Pajak Hampir Capai Target

        NERACA   Jakarta - Lembaga riset perpajakan DDTC menilai bahwa penerimaan pajak pada 2018 yang hampir…

Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima…

DataOn Bentuk Perusahaan Baru GreatDay HR

      NERACA   Jakarta - DataOn (PT. Indodev Niaga Internet) meresmikan GreatDay HR sebagai brand baru untuk solusi…