Dominasi Dolar Makin Lemahkan Rupiah

NERACA

Jakarta—Dominasi dolar AS tak memberi kesempatan rupiah menguat. Bahkan terus tertekan. Malah rupiah lagi-lagi harus rela melemah di perdagangan hari ini. “Pergerakan dolar terus mendominasi major currency hingga memberi imbas yang sama untuk regional currency juga atas rupiah,” kata Head of Research Treasury Division BNI Nurul Eti Nurbaeti dalam risetnya di Jakarta,25/7

Apalagi tergelincirnya IHSG dari level 4.000-an, kata Eti lagi, makin membuat dan menyulitkan pergerakan rupiah jika aliran dana asing masuk terus terhambat. Potensi capital outflow terus membayangi pasar keuangan domestik baik untuk saham maupun obligasi. “Karenanya BI dipastikan akan mengantisipasi kebutuhan dolar dalam negeri dengan pasokan valas dari pundi-pundi cadangan devisa bank sentral,” tambahnya.

Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rabu (25/7/2012) melemah ke Rp9.490 per USD dibandingkan periode perdagangan yang sama sebelumnya Rp9.488. Menurut Bloomberg, rupiah berada di level Rp9.484. Sementara menurut yahoofinance, rupiah berada di level Rp9.478 per USD. Di mana kisaran perdagangan harian rupiah berada di Rp9.507,5-Rp9.490.

Dari Tokyo, dilaporkan kurs euro sedikit lebih tinggi di perdagangan Asia, Rabu, setelah mencapai terendah baru multi tahun terhadap dolar dan yen di tengah kekhawatiran atas krisis utang Eropa. Pada perdagangan sore di Tokyo, mata uang tunggal diambil 1,2075 dolar dan 94,44 yen, dari 1,2063 dolar dan 94,28 yen di New York akhir Selasa.

Euro menyentuh tingkat terendah dua tahun 1,2050 dolar di New York, sementara itu juga menyusut menjadi 94,08 yen, terlemah sejak akhir 2000. Dolar dibeli 78,20 yen pada Rabu, dibandingkan dengan 78,17 yen.

Sementara itu, para pejabat Jepang telah mengulangi peringatan bahwa yen adalah dinilai terlalu tinggi (overvalued), dan mengisyaratkan mereka mungkin memulai putaran lain intervensi di pasar uang untuk menjinakkan unit tersebut.

Dolar menguat terhadap sebagian besar mata uang Asia-Pasifik. Bahkan Dolar menguat menjadi 1,2610 dolar Singapura dari 1,2587 dolar Singapura pada Selasa, menjadi 56,30 rupee India dari 56.05 rupee, menjadi 9.498,00 rupiah Indonesia dari 9.491,00 rupiah dan menjadi 30,17 dolar Taiwan dari 30,09 dolar Taiwan.

Greenback juga meningkat menjadi 1.149,20 won Korea Selatan dari 1.147,58 won, menjadi 42,13 peso Filipina dari 42,03 peso, dan menjadi 31,78 baht Thailand dari 31,76 baht. Dolar Australia jatuh menjadi 1,0237 dolar AS dari 1,0307 dolar AS, sedangkan yuan China hampir datar di 12,23 yen. **cahyo

BERITA TERKAIT

Tekanan Makin Berat, Ekonomi Kian Melambat

Oleh: Djony Edward Sepanjang bulan Mei 2019 banyak sekali kabar buruk yang melanda ekonomi kita, setidaknya ada 9 indikator makro…

Tren Minum Kopi Makin Menjamur, Black+Decker Hadirkan Coffee Maker Anyar

Tren Minum Kopi Makin Menjamur, Black+Decker Hadirkan Coffee Maker Anyar NERACA Jakarta - Minum kopi kini sudah jadi gaya hidup.…

Penilaian CIPS - Kebijakan Perdagangan Indonesia Cenderung Makin Proteksionis

NERACA Jakarta – Board member Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arianto Patunru mengatakan, Indonesia menghadapi tantangan ekonomi yang semakin…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Meski Terjadi Aksi 22 Mei, Transaksi Perbankan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan demonstrasi terkait Pemilu pada 22 Mei 2019 yang diwarnai…

Libur Lebaran, BI Tutup Operasional 3-7 Juni

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk meniadakan seluruh kegiatan operasional pada 3-7 Juni 2019 atau…

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…