BKPM Targetkan Investasi Rp 283,5 Triliun di 2012

Kamis, 26/07/2012

NERACA

Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat total realisasi investasi selama kuartal II 2012 mencapai sebesar Rp76,9 triliun, meningkat 24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai Rp62 triliun. Angka tersebut terdiri atas investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp20,8 triliun, dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp56,1 triliun. Hal tersebut disampaikan Kepala BKPM, Muhammad Chatib Basri, di Jakarta, Rabu (25/7).

Chatib mengatakan, untuk total investasi selama semester I 2012 (Januari-Juni), telah mencapai Rp148,1 triliun, yang terdiri atas realisasi investasi PMDN sebesar Rp40,5 triliun dan PMA sebesar Rp107,6 triliun. Pencapaian tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 28,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp115,6 triliun.

“Meskipun perekonomian global masih diliputi ketidakpastian, perekonomian Indonesia dinilai stabil, dan saat ini dari total realisasi investasi yang ada setara dengan 52% dari yang ditargetkan hingga akhir tahun 2012, yaitu sebesar Rp283,5 triliun,” jelas Chatib.

Realisasi investasi tersebut menurut Chatib, masih di luar investasi sektor migas, perbankan, lembaga keuangan nonbank, asuransi, sewa guna usaha, dan industri rumah tangga.

Data BKPM menyebutkan, selama kuartal II 2012, sektor usaha lima besar investasi PMDN, pertama ditempati oleh sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik sebesar Rp3,8 triliun, kemudian industri kertas, barang dari kertas dan percetakan sebesar Rp2,4 triliun, tanaman pangan dan perkebunan sebesar Rp2 triliun, industri mineral dan nonlogam sebesar Rp1,9 triliun, dan industri makanan, Rp1,8 triliun.

Untuk PMA lima investasi terbesar, yaitu sektor usaha pertambangan (US$ 1 miliar), industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi (US$ 1 miliar), listrik, gas dan air (US$ 0,6 miliar), industri makanan (US$ 0,5 miliar), dan industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik (US$ 0,5 miliar).

Berdasarkan lokasi proyek, realisasi investasi PMDN terbesar yaitu Provinsi Banten (Rp3,6 triliun), Riau (Rp3,5 triliun), Jawa Timur (Rp3 triliun), DKI Jakarta (Rp2,6 triliun), dan Kalimantan Timur (Rp0,9 triliun). Pada PMA realisasi investasi terbesar terjadi di Jawa Timur (US$ 0,9 miliar), disusul Jawa Barat (US$ 0,9 miliar), Banten (US$ 0,8 miliar), Papua (US$ 0,7 miliar), dan Kalimantan Timur (US$ 0,6 miliar).

Adapun berdasarkan asal negara, Singapura menduduki peringkat pertama, yaitu sebesar US$ 0,8 miliar, disusul Amerika Serikat, sebesar US$ 0,7 miliar, Australia US$ 0,6 miliar, Jepang US$ 0,5 miliar, dan Korea Selatan sebesar US$ 0,5 miliar.

Selain itu, BKPM juga mengungkapkan berdasarkan sebaran lokasi proyek pada triwulan kedua 2012, yaitu terbesar di Jawa yang mencapai Rp34,7 triliun, atau 45,1 persen dari total realisasi investasi.

Terkait penyerapan tenaga kerja, Chatib mengatakan, dari realisasi yang ada penyerapan tenaga kerja meningkat 56% atau sebanyak 351.513 orang, dari periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebanyak 225.804 orang.

“Dengan menjadikan investasi ini strong, bisa menjadi instrumen bagi pemerintah untuk mencipkan lapangan kerja, dan dari keberadaan investasi PMA dan PMDN ini diperkirakan dapat memberikan efek ganda terhadap penyerapan tenaga kerja secara tidak langsung, yaitu sebesar 4 kali,” jelas Chatib.