Buana Finance Dapat Pinjaman Rp200 Miliar

NERACA

Jakarta-- PT Buana Finance Tbk (BBLD) memperoleh pinjaman fasilitas kredit dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) senilai Rp200 miliar. Adapun pinjaman sebesar ini dijamin melalui piutang. “"Pinjaman ini berjangka waktu waktu 36 bulan yang dijamin dengan piutang milik perseroan," kata Direktur Utama BBLD, Soetadi Limin di Jakarta,25/7

Menurut Soetadi, penandatangan perjanjian fasilitas kredit ini telah dilakukan pada Senin, 23 Juli 2012. Terkait kinerja, hingga kuartal I-2012 emiten sektor pembiayaan ini mencatatkan total pendapatan senilai Rp136,75 miliar atau naik 72,16 % dibandingkan periode yang sama 2011 sebesar Rp79,43 miliar.

Seiring kenaikan pendapatan, laba komprehensif juga meningkat 57,99 % menjadi Rp35,47 miliar dibandingkan raihan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp22,45 miliar.

Sementara itu, total aset perseroan hingga akhir Maret 2012 tercatat sebesar Rp3,12 triliun, tumbuh dibandingkan per 31 Desember 2011 yang senilai Rp2,85 triliun. Untuk komposisi kepemilikan saham perseroan hingga tiga bulan pertama 2012, antara lain 67,60 % dimiliki PT Sari Dana Karsa, 8,05 % dimiliki PT Asuransi Bina Tama Tbk dan 24,35 % oleh masyarakat.

Sebagai emiten sektor pembiayaan, perseroan mencatatkan saham perdananya sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia sejak 1990 dengan fokus usaha pada segmen leasing (sewa guna usaha) dan pembiayaan konsumen (mobil bekas).

Untuk pembiayaan, hingga semester I-2012 perseroan mencatat peningkatan volume pembiayaan mencapai Rp1,54 triliun. Sejalan dengan peningkatan ini, portofolio investasi sewa pembiayaan mengalami peningkatan sebesar 27,33 persen menjadi Rp3,08 triliun. Sedangkan piutang pembiayaan konsumen juga mengalami peningkatan sebesar 3,14% menjadi Rp823,75 miliar. Hasil positif ini juga mendorong aset yang dimiliki sehingga mengalami peningkatan sebesar Rp627,93 miliar atau 21,96% dari pencapaian pada akhir 2011 menjadi Rp3,48 triliun. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Laba OCBC NISP Tumbuh 11%

  NERACA Jakarta - Bank OCBC NISP membukukan laba bersih di 2019 sebesar Rp2,9 triliun atau naik 11% bila dibandingkan…

LinkAja Gandeng JNE untuk Permudah Transaksi

  NERACA Jakarta - LinkAja berkolaborasi dengan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) dalam rangka mempermudah pembayaran jasa pengiriman logistik…

Prudential Beri Perlindungan Tambahan Hadapi Virus Corona

  NERACA Jakarta – Perusahaan asuransi PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) memberikan perlindungan tambahan terhadap ancaman virus corona jenis…