Pertamina Siapkan Pasokan, BBM Lebaran Aman

Sabtu, 28/07/2012

NERACA

Sebagai perusahaan pemerintah yang mensubsidi keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina sudah melakukan langkah-langkah pasti agar pasokan BBM bisa berjalan dengan baik saat musim mudik nanti. Pertamina menyiapkan stok untuk meladeni lonjakan konsumsi BBM dan LPG dan pendistribusiannya ke setiap daearah.

Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya, pihaknya telah mengantisipasi atau menjaga kenaikan konsumsi BBM dan LPG dalam skala nasional, mulai 19 Juli 2012 Pertamina akan menyimpan Premium 1.257.377 kl, Minyak Solar 1.386.759 kl, dan Avtur 210.298 kl. Pertamax, Pertamax Plus dan LPG masing-masing 337.798 kl. “Konsumsi BBM dan LPG diperkirakan mengalami kenaikan — 3,3% pada Premium, 6% pada Avtur dan 3% pada LPG. Namun solar justru mengalami penurunan sebesar 12,9%.

“Pertamina siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan terus menjaga ketahanan stok dan menyiapkan pengelolaan distribusi BBM dan LPG dengan baik untuk mengantisipasi peningkatan permintaan pada periode Ramadhan hingga Idul Fitri 1433 H,” tegas Hanung Budya.

Posko Satuan Tugas juga akan dibentuk mulai H-14 hingga H+14 Lebaran, guna memantau ketersediaan BBM. “Peningkatan elpiji akan terjadi di Jawa Tengah, Bandung Selatan, Padang. Distribusi akan kami prioritaskan ke daerah-daerah mudik. Agen akan standby di hari Lebaran, termasuk SPBU yang beroperasi 24 jam khusus di jalur mudik Pantura, Selatan Jawa, Merak dan Lampung mulai H-15 hingga H+15,” jelasnya.

Sedangkan menurut General Manager PT Pertamina (Persero) Unit Pemasaran BBM Retail Region III Jawa Bagian Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Banten, Hasto Wibowo di Bandung mengatakan bahwa ada beberapa daerah yang memang rawan titik-titik dalam pendistribusian BBM di antaranya adalah jalur Cikopo, Jomin, Palimanan, Merak, Nagreg, dll.

Berdasarkan pengalaman setiap tahunnya, menurut dia, hambatan distribusi BBM kerap terjadi saat arus mudik dan balik Lebaran. Dengan adanya langkan inventarisasi tersebut, menurut dia, diharapkan bisa mengurai hambatan penyaluran BBM agar tidak terjadi kelangkaan pasokan.

“Kami akan membagi pendistribusian BBM menjadi dua termin, Persiapan pasokan dimana mulai hari ini. Jauh-jauh hari kami harus menyiapoan pasokan karena terkait dengan impor BBM,” katanya.

Pertamina, lanjutnyam juga sudah menyiapkan satuan tugas BBM untuk memonitor pergerakan pemakaian BBM. Satgas BBM yang juga dibentuk bersama dengan Himpunan Swasta Nasional (Hiswana) Minyak dan Gas (Migas) Dewan Perwakilan Daerah III, Jabar, DKI Jakarta, dan Banten itu disiapkan sejak H-10 Lebaran.

“Kami memprediksi, puncak arus mudik tahun ini akan terjadi pada H-4 lebaran. Pada H+2 Lebaran biasanya masyarakat bepergian ke tempat wisata, sehingga Pertamina juga akan berkonsentrasi di jalur-jalur wisata,” katanya.

Dia memprediksi, pada puncak arus mudik akan terjadi lonjakan permintaan di depot sebesar 35%-40% dibandingkan hari normal. Sementara stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berlokasi di jalur mudik diperkirakan akan mengalami lonjakan permintaan yang jauh lebih tinggi, hingga mencapai 60%-70% dibandingkan dengan hari normal.