Dinilai Strategis, Dahlan Iskan Dukung Telkom Akuisisi INTI

NERACA

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mempersilakan perusahaan pelat merah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengakuisisi PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) yang juga perusahaan milik negara.

Dahlan memberikan kewenangan pada Telkom untuk mengambil keputusan untuk mengakuisisi atau tidak PT INTI. Kementerian BUMN mengaku tidak akan ikut campur karena hal tersebut merupakan kewenangan perseroan. Seperti diketahui, PT INTI berencana melepas saham sebesar 49%. Dahlan optimis jika Telkom mengerti atas kebutuhan perseroan. "Kalau Telkom punya kepentingan baik bagi Telkom ya silahkan. Kalau menurut Telkom itu malah akan membebani ya jangan," katanya di Jakarta, Selasa (24/7).

Namun sayangnya, dia tidak mau bersuara ketika ditanya waktu yang tepat untuk mengambil alih perusahaan yang kantornya berada di Bandung. "Yang jelas jangan dipaksakan. Harus punya pertimbangan sendiri. Tidak boleh Telkom sungkan dan tidak boleh seperti itu. Saya tidak memaksa dan tidak menyuruh saya akan independen,” pungkasnya," ujarnya.

Hanya saja, Dahlan memberikan sinyal jika PT INTI harus dibeli BUMN yang memiliki rencana bisnis pasti. “Prinsipnya mitra strategis adalah mereka yang punya keinginan serupa untuk membangkitkan kembali industri manufaktur telekomunikasi Indonesia,'' jelasnya.

Paling tidak, saham INTI bisa saja dibeli perusahaan BUMN lainnya. Mulai dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Perusahaan Gas Negara (PGN) atau PT Len Industri (LEN). Walaupun dijual, saham mayoritas masih dimiliki pemerintah sebesar 51%.

Sekadar catatan, pemerintah memang berencana melepas saham PT INTI ke PT Telkom atau PT LEN Industri Persero. Saat ini, Kementerian BUMN tengah mencari model yang cocok untuk pengembangan arah core business perusahaan PT INTI ke depan.

PT INTI saat ini sahamnya sepenuhnya dimiliki pemerintah. Rencananya, pemerintah berencana akan melepaskan 49% saham baru lewat skema strategic sales pada sesama perusahaan BUMN. Akusisi saham PT INTI sudah masuk dalam rencana Program Tahunan Privatisasi 2012 yang tengah menunggu jadwal konsultasi dengan DPR. "Kalau Telkom punya kepentingan, ya silahkan. Tapi kalau mengganggu, ya jangan," kata Dahlan.

Sementara itu, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN, Pandu Djajanto menjelaskan PT Inti diharapkan bisa diakuisisi oleh sesama BUMN. Perusahaan yang sempat melirik adalah PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Perusahaan Gas Negara (PGN) atau PT Len Industri. (didi)

BERITA TERKAIT

Gandeng Perusahaan Tiongkok - Kresna Berambisi Terdepan Garap Bisnis Starup

NERACA Jakarta-Sibuk membawa beberapa anak usahanya go public dan juga sukses mengembangkan bisnis digitalnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)…

Bangun Kompleks Petrokimia - Chandra Asri Petrochemical Dapat Tax Holiday

NERACA Jakarta – Sebagai komitmen patuh terhadap pajak, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapatkan keringanan pajak atau tax holiday…

Ekspansi Bisnis di Kongo - 10 Perusahaan Indonesia Garap Proyek Strategis

NERACA Jakarta – Membidik potensi pasar luar negeri dalam pengembangan bisnisnya, The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hadirkan Inovasi KPR Gaaees - Cara BTN Menjangkau dan Wujudkan Impian Milenial

Bonus demografi yang dinikmati Indonesia harus di manfaatkan secara optimal oleh para pelaku industri terutama dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi…

BYAN Terbitkan Global Bond US$ 400 Juta

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menerbitkan obligasi global dengan total nilai…

PP Properti Berniat Buyback Saham

Jaga pertumbuhan harga saham yang terus merosot hingga mencapai Rp 58 per lembar, PT PP Properti Tbk (PPRO) berencana untuk…