Merangkai Prestasi dengan Prinsip GCG

Sabtu, 28/07/2012

NERACA

Bagi perusahaan yang berdiri sejak 7 Agustus 1957 ini, prinsip akuntabilitas yang digadang PT Semen Gresik Tbk melalui pembagian tugas dipelbagai sendi perusahaan secara jelas, terinci dan terukur, kini membuahkan hasil maksimal.

Pembagian tugas, hak, dan kewenangan yang diterapkan Semen Gresik (SG) mampu secara efektif dan efisien mencegah terjadinya pengambilan keputusan yang mengandung benturan kepentingan.

Perseroan memastikan bahwa prinsip-prinsip dasar GCG diterapkan pada setiap aspek bisnis disemua lini. Prinsip dasar GCG meliputi keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), responsibilitas (responsibility), independensi (independency) serta kewajaran dan kesetaraan (fairness).

Penerapan azas transparansi dilakukan melalui pelaksanaan pelbagai kegiatan dan media komunikasi yang intensif dan dikelola secara profesional, sehingga para investor, pemegang saham, kreditur, masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan dapat mengetahui kinerja dan kegiatan pengelolaan perusahaan secara merata.

Manajemen Semen Gresik (SG) melaksanakan prinsip akuntabilitas dengan menitikberatkan pada peningkatan fungsi dan peran setiap anatomi perusahaan dan manajemen sehingga pengelolaan usaha perusahaan dapat berjalan dengan baik. Termasuk menerapkan sistem pengendalian internal dengan sebagian tugasnya adalah melakukan pengawasan internal.

Dalam menerapkan azas tanggung-jawab, perusahaan senantiasa berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian (prudent) dan memastikan kepatuhan terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penerapan prinsip kemandirian atau independency dilaksanakan dengan proses pengambilan keputusan yang bebas dari benturan kepentingan (conflict of interest) serta pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.

Menerapkan azas kesetaraan dengan memperlakukan seluruh stakeholder secara berimbang (equal treatment) antara hak dan kewajiban termasuk rongga yang diberikan kepada dan oleh perusahaan.

Dengan membuka akses informasi kepada seluruh pemangku kepentingan, maka proses komunikasi dalam rangka memberikan sumbang-saran bagi kemajuan perseroan dapat dilakukan dengan baik, tanpa meninggalkan aturan kerahasiaan informasi oleh pihak yang tidak berkepentingan.

Dalam membuktikan komitmen SG mengusung pelaksanaan manajemen dengan menerapkan prinsip GCG, maka pada tahun 2009, segenap awak perusahaan memutuskan 7 sikap tegas yang disepakati bersama.

Antara lain; Penyelesaian penyempurnaan Pedoman Kode Etik (PKE), pengkomunikasian dan Sosialisasi penerapan GCG dilakukan secara bertahap kepada pemangku kepentingan, pengkajian Manual Board Perseroan (MBP) secara periodik, pemenuhan fungsi leason officer sesuai dengan perencanaannya, pemenuhan ketentuan pasar modal, penyelesaian tindaklanjut rekomendasi BPKP atas assessment tahun buku 2008, dan pelaksanaan assessment GCG oleh BPKP Perwakilan Jawa Timur tahun buku 2009.

Pelaksanaan yang konsisten dari manajemen SG telah membuahkan hasil. Beberapa pengakuan atas keberhasilan perseroan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten bahkan membuahkan penghargaan dari lembaga independen.

Seperti Investment Award kategori, Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri Terbaik 2009, Desember 2009, Best Managed Company Award 2009 dari AsiaMoney kategori, Medium-Cap Corporate of the Year, Januari 2010, Best Managed Company oleh majalah Finance Asia, Juni 2009, Creator Award 2009 sebagai, One of the Best Public Company on WAI (Wealth Added Index) Method, oleh Stern Stewart & Co Management Consultant dan Majalah Swa-Sembada, Juni 2009.

Serta Investor Award, Peringkat I Non Keuangan Bidang Industri Semen dan Pupuk, dari Majalah Investor, November 2009, dan Assessment Implementasi GCG oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Jawa Timur dengan predikat Baik. Congrutulation.