IHSG Masih Rapuh Lanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa, ditutup terkoreksi 17,680 poin (0,45%) ke level 3.992,113. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 4,326 poin (0,64%) ke level 678,100. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan pergerakan indeks Senin awal pekan yang juga ditutup melemah.

Analis Sucorinvest Central Gani, Pang Tek Djen mengatakan, secara teknikal IHSG mengalami pelemahan. Aksi jual di saham-saham unggulan menjadi penyebab indeks harus lengser dari level 4.000. Berikutnya, indeks Rabu diproyeksikan masih di zona yang sama dengan kecenderungan melemah dan diperkirakan pergerakan indeks akan berada di level 3.985-3.990.

Pada perdagangan kemarin, transaksi pemodal asing sendiri tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 130,743 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 100.558 kali pada volume 7,725 juta lot saham senilai Rp 3,516 triliun. Sebanyak 117 saham naik, sisanya 130 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 19.150, Surya Citra (SCMA) naik Rp 200 ke Rp 11.050, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 ke Rp 12.000, dan Eatertainment (SMMT) naik Rp 150 ke Rp 1.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.000 ke Rp 13.000, Indo Tambangraya (IMTG) turun Rp 900 ke Rp 36.450, Astra Agro (AALI) turun Rp 850 ke Rp 22.150, dan Sarana Menara (TOWR) Rp 600 ke Rp 16.000.

Pada perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 11,283 poin (0,29%) ke level 3.998,510. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 2,465 poin (0,37%) ke level 679,961. Investor menjadi kurang bersemangat akibat berbagai sentimen eksternal. Sehingga perdagangan berjalan cukup sepi dan investor asing juga memilih untuk lakukan aksi tunggu sampai situasi global mereda.

Belum banyak emiten yang melaporkan kinerja keuangan paruh pertama tahun ini. Sehingga indeks kekurangan katalis penggerak karena investor masih lakukan aksi tunggu. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 51.203 kali pada volume 2,663 juta lot saham senilai Rp 1,341 triliun. Sebanyak 109 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Pasar saham di Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah hingga siang kemarin, Bursa saham Hong Kong berencana memundurkan jadwal pembukaan perdagangan terkait dengan bencana angin topan yang terjadi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Eatertainment (SMMT) naik Rp 190 ke Rp 1.140, Indocement (INTP) naik Rp 150 ke Rp 19.050, J Resources (PSAB) naik Rp 125 ke Rp 4.075, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 100 ke Rp 15.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Fastfood (FAST) turun Rp 2.500 ke Rp 11.500, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 1.000 ke Rp 13.000, Indomobil (IMAS) turun Rp 250 ke Rp 6.650, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 200 ke Rp 50.200.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka naik 2,01 poin atau 0,05% ke posisi 4.011,80, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,52 poin (0,08 persen) ke level 682,94. Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, laporan kinerja keuangan emiten diekspektasikan positif sehingga menjadi katalis penguatan indeks BEI, “Indeks BEI pagi menguat sedikit melawan arah mayoritas bursa regional,"ujarnya.

Meski demikian, lanjut dia, Spanyol yang merevisi proyeksi ekonomi 2013 dari tumbuh 0,2% menjadi turun 0,5% dapat menjadi sentimen negatif di pasar saham. Sementara menurut analis Samuel Sekuritas Christine Salim menambahkan, Moody”s menurunkan peringkat AAA milik Jerman dan Belanda menjadi negatif, hal itu memfaktorkan meningkatnya reisiko akibat krisis utang di Eropa.

Dia menambahkan, beberapa saham berbasis komoditas seperti pertambangan dan minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan tertekan seiring koreksi di harga komoditas,”Harga komoditas turut melemah signifikan dengan minyak terkoreksi empat persen ke level US$ 88,1 dolar per barel diikuti harga baja dunia dan CPO," kata dia.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 587,33 poin (2,99%) ke level 19.053,47, indeks Nikkei-225 turun 34,26 poin (0,41%) ke level 8.473,84 dan Straits Times menguat 16,97 poin (0,57%) ke level 2.999,32.(bani)

BERITA TERKAIT

BEI Pastikan Dipicu Sentimen Krisis Turki - Tren Pelemahan IHSG

NERACA Jakarta – Tren pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terjadi sejak Senin awal…

Ketua MPR - Keadilan dan Kesenjangan Masih Harus Diperhatikan

Zulkifli Hasan Ketua MPR Keadilan dan Kesenjangan Masih Harus Diperhatikan Jakarta - Ketua Majelis Permuswaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan berpendapat…

Sentimen Krisis Turki Membuat Rp dan IHSG Loyo

NERACA Jakarta – Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sebagai buntut dari sentimen krisis ekonomi di Turki, memberikan dampak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Adi Sarana Armada Beli 2.900 Armada Baru

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus melakukan peremajaan armada. Dimana…

Pabrik Baru di Sumatera Selatan - Arwana Komersialkan Paruh Kedua di 2019

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kapasitas produksi, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mulai menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik baru perseroan…