Migrasi Kartu Chip Perlu Dipercepat - BI-ASPI Dirikan CBI

NERACA

Jakarta—Guna mempercepat migrasi kartu chip dan sekaligus meningkatkan keamanan kartu ATM/debet, maka Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) bersama Bank Indonesia mendirikan PT Citra Bakti Indonesia (CBI). "Manfaat inisiatif ini antara lain meningkatkan aspek aplikasi yang dapat lebih bervariasi dan aspek interoperabilitas kartu yang lebih efisien, sehingga secara keseluruhan akan meningkatkan kehandalan sistem pembayaran nasional," kata Head of Commisions 5 ASPI, Jeffrey Cheung di Jakarta, Selasa (24/7)

Lebih jauh Jeffrey melanjutkan, CBI tersebut didirikan dengan tujuan untuk mendukung implementasi migrasi kartu chip dengan memberikan jasa sertifikasi bagi pemasok kartu,terminal ATM/Debet dan fasilitas person independen.

Nantinya, kata Jeffrey, proses sertifikasi yang mencakup functional test dan security test dikembangkan berdasarkan kebutuhan standar kesepakatan industri dan standar internasional sertifikasi sistem pembayaran dengan bantuan konsultan internasional.

Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk kartu,terminal dan fasilitas personalisasi kartu yang independen telah sesuai dengan standar kesepakatan industri kartu ATM/debet berbasis teknologi chip.

Di samping memberikan jasa sertifikasi,PT CBI bersama-sama industri perbankan/ASPI akan secara kontinyu mengkaji standar kartu ATM/Debet untuk kebutuhan lain sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri sistem pembayaran.

Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) no 11/ 11/PBI/2009 tangal 13 April 2009 tentang penyelenggaraan kegiatan alat pembayaran dengan menggunakan kartu teknologi chip serta menggunakan pin pada kartu atm dan pin yang diterbitkan di Indonesia, bahwa proses migrasi kartu chip ditargetkan untuk dapat diselesaikan pada bulan Desember 2015.

Proses migrasi kartu chip hingga tahun 2015 membutuhkan kemitraan yang kuat dari berbagai pemangku kepentingan seperti industri perbankan/sistem pembayaran,regulator,fungsi pendukung migrasi, pemasok, media dan nasabah perbankan berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola industri sistem pembayaran. "Karena pada akhirnya,sistem pembayaran yang secara berkelanjutan meningkatkan aspek keamanan, kehandalan dan kenyamanannya akan meningkatkan kepercayaan dan daya saing perekonomian nasional," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Industri Galangan Kapal Perlu Manfaatkan Peluang Tol Laut - Dunia Usaha

NERACA Jakarta – Pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi pembangunan kapal-kapal negara untuk memenuhi kebutuhan moda transportasi laut di dalam negeri.…

APPTHI: KPK Perlu Didukung Karena Naikkan IPK

APPTHI: KPK Perlu Didukung Karena Naikkan IPK NERACA Jakarta - Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) menilai keberadaan Komisi…

UU Perlindungan Konsumen Perlu Direvisi

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengatakan perlu ada revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…