Jelang Lebaran, Permintaan Gadai Emas Danamon Naik 30% - Targetkan Pembiayaan Rp 300 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) melalui unit perbankan syariahnya mengungkapkan sudah menyalurkan dana sekitar Rp 154,4 miliar untuk pembiayaan Solusi Emas Syariah (SES) per 30 Juni 2012, “Sampai saat ini Danamon Syariah sudah menyalurkan Rp 154,4 miliar untuk pembiayaan Solusi Emas. Pada akhir bulan Juli ini, kita sudah mempunyai 141 kantor dengan layanan Solusi Emas yang tersebar dari Sumatera sampai Nusa Tenggara Barat (NTB), “kata Direktur Perbankan Syariah Danamon Herry Hykmanto di Jakarta, kemarin.

Berikutnya, mengingat besarnya permintaan gadai emas jelang Lebaran, maka perseroan kedepannya akan menambah hingga menjadi 150 kantor cabang. Diakuinya, moment bulan Ramadhan pun mengalami kenaikan pembiayaan ketimbang bulan-bulan lainnya. Pasalnya, di bulan Ramadhan memang naik 30% dari bulan-bulan sebelumnya dan sedangkan target pembiayaan perseroan hingga akhir tahun ini, diproyeksikan sebesar Rp 200 – 300 miliar.

Kemudian pencairannya adalah Rp 15 – 25 miliar di semua cabang yang ada. Asal tahu saja, Solusi Emas Syariah ditujukan secara khusus untuk segmen masyarakat kelas menengah ke bawah, walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa menengah ke atas bisa juga menggadaikan emas. ”Setelah kami launching tahun lalu, ternyata minat dan kebutuhan masyarakat cukup baik terhadap keberadaan SES,” ungkapnya.

Kata Herry, nasabah bisa langsung menerima manfaat dari layanan ini yaitu dengan dana pembiayaan yang bisa cair hanya dalam 15 menit dengan batas maksimal pembiayaan adalah Rp 250 juta per nasabah dan biaya administrasi antara Rp 7000 – Rp 15.000.

Sementara, Wakil Direktur Senior Danamon Syariah Bidang Bisnis Gadai Intjon P. Nugraha menuturkan, untuk penitipan emas cukup membayar ijaroh Rp 162 per gram per hari. Dimana, menurutnya, Solusi Emas Syariah ini adalah solusi berupa pembiayaan beragunan emas (gadai emas) berbasis syariah untuk memenuhi kebutuhan mendesak dari nasabah, seperti biaya pendidikan, pengobatan, tambahan modal usaha.

Termasuk kebutuhan konsumtif menjelang Lebaran, produk layanan ii bisa jadi solusinya. Karena layanan ini sangat sederhana, tinggal datang ke cabang Danamon Syariah yang menyediakan layanan ini dengan membawa KTP dan emas, “Tentunya, emas dimaksud bukan yang batangan, melainkan misalnya perhiasan, koin emas, emas lantakan, atau tusuk konde, pin yang terbuat dari emas,”ujarnya.

Meningkat Tajam

Sementara Kepala Solusi Emas Danamon Syariah Budi Utomo memprediksikan, pencairan pembiayaan gadai emas sepanjang bulan puasa dan dua pekan pasca Lebaran bisa menembus di Rp 19,5 miliar - Rp 26 miliar.

Penopang pertumbuhan, kata Budi, antara lain kebutuhan yang bersifat mendesak dalam menyambut perayaan Idul Fitri. Nasabah mencari uang tunai dengan mengagunkan emas. Maklumlah, skema pembiayaan beragun emas ini cukup sederhana, selain itu tepat sasaran, yakni masyarakat kelas menengah dan ke bawah.

Hingga Juni 2012, pembiayaan beragun emas unit usaha syariah Bank Danamon ini tumbuh 97%, yakni dari Rp 46 miliar pada separo pertama 2011 menjadi Rp 91 miliar pada periode yang sama tahun ini.

Sementara Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah justru mengalami penurunan. Sekretaris Perusahaan BRI Syariah, Lukita T Prakasa mengatakan di akhir 2011, gadai emas mencapai Rp 1,4 triliun. Tetapi, sampai Mei 2012, turun menjadi Rp 700 miliar.

Penurunan bisnis pembiayaan beragun emas lantaran aturan main baru Bank Indonesia, terutama pembatasan pembiayaan maksimal senilai Rp 250 juta dan ketentuan pembiayaan maksimal 80% dari nilai yang digadaikan.

Namun Lukita berharap, momentum Ramadan dan jelang Idul Fitri bakal mendongkrak kembali bisnis gadai emas. "Apalagi, karena Ramadan datang bertepatan dengan tahun ajaran baru anak sekolah. Kebutuhan dana masyarakat pasti meningkat," terang dia tanpa menyebut potensi kenaikan. (ria)

Related posts