Kinerja Multifinance Berebut Pasar Jelang Lebaran

Permintaan Pembiayaan Diprediksi Tumbuh 10%

Rabu, 25/07/2012

NERACA

Jakarta – Potensi jumlah pemudik tahun ini meningkat 15,11% menjadi 1.095.288 orang di tahun 2012 memberikan berkah bagi emiten perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor. Terlebih menurut Dinas Perhubungan DKI Jakarta memprediksikan pemudik menggunakan motor naik drastis 333.473 orang atau naik 27,79% dibandingkan tahun 2011.

Maka atas pertimbangan tersebut, banyak industri pembiayaan berebut pasar dan saling menggenjot target pembiayaan tahun ini, kendatipun aturan batasan soal uang muka atau down payment (DP) mengancam target pembiayaan. Tengok saja, Adira Finance memprediksikan pertumbuhan pembiayaan jelang Lebaran sebesar 10%.

Direktur Adira Finance Willy Suwandi mengatakan, pada saat Lebaran biasanya pembiayaan akan tumbuh lagi sekitar 10%, kendatipun bisnis pembiayaan tetap terpukul sejak aturan soal uang muka diberlakukan,”Setengah bulan dari Juni pembiayaan Adira Finance dibanding setengah bulan sebelumnya pada Mei masih tidak terlalu jelek, hanya turun 7-8%,”katanya.

Dia mengakui menyikapi dampak aturan pembatasan DP kredit kendaraan bermotor ini, Adira Finance sudah membuat beberapa mitigasi plan. "Kita harus memonitor dari hari ke hari bagaimana pertumbuhan bisnis kita," paparnya.

Anak usaha Bank Danamon ini, mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 26% pada paruh pertama tahun 2012. Sementara pembiayaan kendaraan bermotor mecapai Rp44 triliun. Disebutkan, pertumbuhan tersebut karena strategi yang ditempuh oleh perusahaan ini dalam membangun kerjasama dengan para dealer dan nasabahnya. Tak kalah penting, perusahaan ini juga patuh dalam pengelolaan pembiayaan yang aman, yakni penerapan pengelolaan risiko secara prudent.

Selain itu, peningkatan juga terjadi pada Asuransi Adira yang memproyeksikan akan terjadi peningkatan premi asuransi kendaraan jelang Lebaran sebesar 20% di banding bulan sebelumnya Hal ini dikarenakan gaya hidup masyarakat Indonesia untuk memiliki barang baru terutama kendaraan saat hari raya Lebaran.

Kata Direktur Utama PT Asuransi Adira, Indra Baruna, permintaan kendaraan bermotor pasti akan naik sebesar 20% pada sebulan jelang Lebaran dan ini akan meningkatkan premi kendaraan, “Tingginya permintaan kendaraan sepeda motor dan mobil saat satu bulan sebelum Lebaran ini terjadi setiap tahun,”ungkapnya.

Hingga semester Q1 2012, Indra menyebut perseroan telah mendapatkan premi baru sebesar Rp 700 miliar. Nilai premi tersebut sebesar 41,17% dari total target premi tahun 2012 sebesar Rp 1,7 triliun. "Premi tertinggi nanti bakal diperoleh pada kuartal III dan IV. Pada kuartal III ada Lebaran, dan kuartal IV ada tahun baru. Kami optimis target premi tersebut terealisasi," ujarnya.

Kemudian dia menyakini, bisnis pembiayaan kendaraan masih akan tumbuh mengungat permintaan masyarakat akan kendaraan bermotor masih tinggi. Hal ini akan tetap membuat pembiayaan sepeda juga motor tetap tinggi.

Waspadai Nasabah Nakal

Sebaliknya, Direktur Utama PT HD Finance Tbk (HDFA) Hariono mengatakan, mudik Lebaran memang selalu mampu mendorong permintaan pasar terhadap pembiayaan kendaraan roda dua, namun kuatnya permintaan pasar tersebut justru dikhawatirkan menurunkan kualitas dari nasabah pembiayaan itu sendiri.

Oleh karenanya, perseroan memilih lebih selektif dalam melakukan pembiayaan saat momen Lebaran, meski permintaan pasar memang selalu tinggi, “Namun kadang ada nasabah yang tidak berniat untuk membayar angsuran. Mereka hanya ingin motor baru saat berLebaran saja, setelah itu angsuran jadi macet,” ungkapnya.

Tidak mau kalah dengan pesaingnya, PT Tifa Finance Tbk (TIFA) menargetkan pembiayaan tahun ini sebesar Rp 1 triliun. Kata Presiden Direktur PT Tifa Finance Tbk (TIFA) Suwinto Djohan, capaian target pembiyaan tahun ini diyakini bakal terealisasi seiring dengan capaian target pembiayaan di kuartal pertama tahun ini tumbuh 20%, “Hingga kuartal pertama 2012 telah mencapai 20% dari target pembiayaan sebesar Rp 1 triliun,”paparnya.

Selain itu, perseroan juga menargetkan laba bersih dapat tumbuh 20% pada 2012. Hal itu seiring rencana penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Perseroan juga mengkaji untuk menerbitkan obligasi senilai Rp200 miliar-Rp300 miliar pada semester kedua 2012.

Penjualan Mobil Meningkat

Melihat besarnya potensi permintaan kendaraa, juga memberikan dampak positif bagi perushaaan pembiayaan otomotif yang bakal kebanjiran permintaan pembiayaan. Salah satunya, PT Toyota Astra Financial yang memprediksi akan terjadi pertumbuhan sekitar 25%.

Marketing Manager PT Toyota Astra Financial Service Wisnu Kusumawardhana mengatakan, angka tersebut tersebut tumbuh sekitar 25% dari bulan normal serta lebih tinggi sekitar 10% dari periode puasa tahun lalu.

Dia memaparkan umumnya permintaan pembiayaan di perseroan tumbuh 15%-25% selama bulan puasa dan tren peningkatan permintaan tersebut sudah terasa sejak 2 bulan sebelum Lebaran.

Sebagaimana diketahui, penjualan mobil oleh sejumlah ATPM dalam pada Juni meningkat signifikan yang didorong tingginya permintaan menjelang Lebaran dan antisipasi konsumen dengan kenaikan uang muka kredit bermotor dengan pembelian lebih awal, “Puncak penjualan kemungkinan di Juni dan Juli ini," kata Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto.

Menurut data TAM, penjualan wholesales pada Juni mencapai 37.261 unit. Penjualan ini naik 42,35% dibandingkan Juni tahun lalu 26.175 unit. Total penjualan wholesales semester I tahun ini juga naik 32,85% dari 152.283 unit menjadi 202.318 unit.

Joko menuturkan, produksi mobil telah disiapkan untuk memenuhi permintaan menjelang Lebaran. Selain itu, konsumen juga mengambil momen pemesanan mobil lebih awal sebelum kebijakan kenaikan uang muka kredit kendaraan bermotor diterapkan.

Toyota menargetkan penguasaan pasar mobil 36% tahun ini. Hingga Juni ini, market share penjualan wholesales mencapai 37,4%. Selain Toyota, tren positif penjualan mobil juga dialami agen tunggal pemegang merek mobil Honda PT Honda Prospect Motor (HPM). (bani)