Tanam Investasi Rp 1 Triliun, Intiland Bangun 1Park Avenue

NERACA

Jakarta - Pengembang properti PT Intiland Development Tbk akan memulai pembangunan proyek 1Park Avenue dengan nilai investasi sebesar Rp 1 triliun. Proyek ini akan mulai dibangun pada kuartal IV-2012 dan diperkirakan mulai diserahterimakan pada awal 2015.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Tbk Archied Noto Pradono menerangkan, proyek ini merupakan lanjutan dari 1Park Residence yang saat ini sudah mulai diserahterimakan secara bertahap sejak Juli hingga Oktober 2012. "Penyerahterimaan unit dilakukan untuk tower A, yakni sebanyak 44 unit atau 35% dari keseluruhan tower tersebut," papar dia di Jakarta, kemarin.

Proyek 1Park Residence dibangun sebanyak tiga menara sejak tahun 2010 di atas lahan seluas 1,2 hektare (ha). Sebanyak 379 unit apartemen yang ada di tiga menara apartemen berketinggian 22, 18, dan 26 lantai itu sudah terjual seluruhnya dengan marketing sales mencapai Rp 550 miliar. "Kami berupaya serah terima unit apartemen 1Park Reisedence tepat waktu," ungkap dia.

Archied menambahkan, perseroan akan melanjutkan pengembangan 1Park Residence dengan membangun proyek 1Park Avenue atau Gandaria II di sebelah proyek tersebut. Kebutuhan masyarakat terhadap ketersediaan hunian di Jakarta masih tinggi, sehingga perseroan membangun kelanjutan proyek dari 1Park Residences ini. "Permintaannya masih tinggi. Bahkan proyek baru ini sudah ada yang memesan," tutur dia.

1Park Residence akan dibangun di atas lahan seluas 2,4 ha yang terbagi atas empat menara, yakni tiga tower apartemen strata title dan satu service apartment. Apartemen yang dipasarkan diperkirakan sebanyak 300 unit dengan harga mulai dari Rp 19,5-21,5 juta per meter persegi. Adapun tipe yang ditawarkan masih didesain, tetapi direncanakan lebih luas dan eksklusif dari unit-unit apartemen yang ada di 1Park Residence. "Pada tahap awal kami akan pasarkan tiga menara apartemen," tambah Archied.

Menurut dia, perseroan merencanakan memulai tahapan pembangunan apartemen ini di kuartal IV-2012. Tahapan pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun dengan target serah terima pada awal 2015. "Investasi proyek 1Park Avenue mencapai kurang dari Rp 1 triliun," imbuh dia.

Di tempat yang sama, Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk Theresia Rustandi mengungkapkan, selain membangun prooyek ini, perseroan juga akan mengembangkan dan menyelesaikan beberapa proyek di Surabaya, Jawa Timur. Proyek-proyek itu antara lain kawasan terintegrasi Praxis yang terdiri atas tiga menara berupa hotel, apartemen, perkantoran, dan ritel.

Selain itu, lanjut dia, terdapat pula proyek apartemen Sumatera 36 dengan 63 unit yang saat ini tengah dilakukan tes pasar. Perseroan juga tengah menyelesaikan proyek Spazio yang saat ini akan segera topping off. "Kami juga akan memulai konstruksi proyek South Quarter di TB Simatupang pada kuartal IV-2012," tambah Theresia.

BERITA TERKAIT

UU Pertanahan Jangan Jadi Penghambat Iklim Usaha dan Investasi - Ketua Umum KADIN

UU Pertanahan Jangan Jadi Penghambat Iklim Usaha dan Investasi Ketua Umum KADIN NERACA Jakarta - Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pertanahan…

Investasi Obligasi untuk Kemandirian Finansial

  NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan peluncuran Savings Bond Ritel…

Investasikan Dana Rp 37,5 Miliar - Satyamitra Bangun Pabrik Baru di Jateng

NERACA Jakarta - Mengantongi dana hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) Rp 124,5 miliar, PT Satyamitra…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Usaha Kecil - Keterlibatan Sektor UKM dalam Rantai Nilai Global Masih Rendah

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyatakan bahwa keterlibatan sektor usaha kecil menengah (UKM)…

Milenial Masif, Industri Kreatif Bisa Fenomenal

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) bertekad untuk terus menumbuhkan sektor industri…

Kemarau Bakal Lama, Serapan Beras Bulog Dikhawatirkan

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania menyatakan musim kemarau yang berlangsung sejak April 2019…