BCA Sediakan Uang Tunai Rp47 Triiun

Sambut Idul Fitri

Rabu, 25/07/2012

NERACA

Jakarta-- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengaku telah menyiapkan uang tunai hanya sekitar Rp47 triliun. Penyediaan dana ini meningkat 5 %dibanding tahun lalu. "Tahun ini uang tunai yang disiapkan Rp47 triliun, naik 5% dari tahun lalu," kata Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Selasa (24/7)

Lebih jauh kata Jahja, uang tunai tersebut akan dibagi menjadi dua yaitu sebanyak Rp26 triliun serta akan didistribusikan di luar Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Sedangkan sisanya yang sebesar Rp21 triliun akan diistribusikan untuk wilayah Jabodetabek.

Sebelumnya, Jahja mengaku perseroan memperkirakan pertumbuhan kredit perseroan dapat mencapai 34,5 %atau mencapai sekira Rp210 triliun-Rp215 triliun hingga akhir Juni 2012, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp159,7 triliun.

Menurut Jahja, pertumbuhan kredit di perseroan sangat positif. Jahja memperkirakan kredit di akhir Juni dapat mencapai sekira Rp210 triliun-Rp215 triliun. Adapun portofolio kredit hingga kuartal I-2012 tumbuh sebesar 39,2 %menjadi Rp209,2 triliun.

Jika dihitung, pertumbuhan kredit BCA hingga semester I-2012 tumbuh sekira 34,5 %dibanding posisi akhir Juni 2011 sebesar Rp159,7 triliun. Meskipun tumbuh tinggi, Jahja mengaku tetap akan berpatokan pada target sebesar 20%-22%. "Kita dari Desember sudah positif sudah lebih Rp210 triliun-Rp215 triliun di Juni akhir, jadi mulai positif. Dulu kan biasanya Maret ke Juni negatif sekarang positif. Jadi di paruh pertama kurang lebih sudah 10%," ujarnya.

Pertumbuhan kredit hingga semester pertama, kata Jahja, terutama didukung pertumbuhan yang positif dari sektor korporasi seperti kredit perkebunan atau industri makanan. "Permintaan masih besar," tuturnya.

Selain itu, kredit konsumer juga ternyata masih berperan besar. Jahja mengaku beberapa aturan terkait dengan kredit konsumer yang dikeluarkan BI tidak menurunkan minat masyarakat untuk mengambil kredit.

Dari sisi rasio kredit bermasalah (NPL), Jahja pun mengaku tidak ada masalah dan tetap terjaga di bawah satu persen. Hingga kuartal I-2012 NPL perseroan tercatat sebesar 0,6%. **cahyo