Permintaan Kredit Pegadaian Naik Sekitar 39%

NERACA

Jakarta-- Permintaan kredit di PT Pegadaian Kantor Wilayah VIII Jakarta I pada Juni 2012 meningkat 39,83 % dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Adapun penyaluran kredit hingga Juni 2012 sebesar Rp4,2 triliun, sedangkan pada Juni 2012 kredit yang disalurkan mencapai Rp3,03 triliun. "Itu mengindikasikan bahwa aktivitas dan peran serta masyarakat dalam perekonomian semakin tinggi. Meningkatnya kredit yang disalurkan Pegadaian berarti bertambahnya modal usaha masyarakat," kata Manajer Humas PT Pegadaian Kanwil VIII Jakarta I Ramses Gurning di Jakarta, Selasa,24/7.

Lebih jauh kata Ramses, dengan penyaluran kredit sebesar Rp4.2 triliun pada pertengahan tahun ini, berarti pencapaian kredit PT Pegadaian Kanwil VIII sudah mencapai 46,55 %. Pada 2012, PT Pegadaian Kanwil VIII menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp9,1 triliun.

Ramses mengatakan sebagian besar nasabah Pegadaian saat ini adalah pelaku usaha yang menggadaikan asetnya untuk menambah modal usaha. Nasabah yang menggadaikan barang untuk konsumsi sehari-hari sudah jauh berkurang. "Kredit minimal yang diberikan Pegadaian sebesar Rp50.000. Tetapi sekarang sudah tidak ada yang mengajukan kredit hanya Rp50.000," tambahnya

Pegadaian Wilayah VIII Jakarta I meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Bekasi. Dengan wilayah yang sebagian besar merupakan kawasan bisnis, nasabah Pegadaian Wilayah VIII didominasi pebisnis dari pada rumah tangga. "Memang ada perubahan pola gadai. Bila sebelumnya orang menggadaikan barangnya untuk konsumsi, kini lebih banyak untuk usaha produktif," jelasnya.

Menurut Ramses, menggadaikan aset ke Pegadaian dinilai lebih menguntungkan bila dibandingkan menjual aset tersebut. Pasalnya, dengan sistem gadai kreditur tidak kehilangan asetnya karena bisa dimiliki kembali setelah pelunasan kredit. "Tampaknya usaha pegadaian juga dilihat sebagai usaha yang menguntungkan oleh perbankan sehingga sekarang juga banyak bank yang menawarkan jasa gadai," ujarnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Naik Bus Keliling Kota, Dukungan Terhadap Presiden Jokowi dari London

Naik Bus Keliling Kota, Dukungan Terhadap Presiden Jokowi dari London NERACA Jakarta - Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf di Sumatera Utara…

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

OJK Dorong Perbankan Di Bali Optimalkan Penyaluran Kredit Pariwisata

    NERACA   Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan di Bali untuk mengoptimalkan penyaluran kredit sektor pariwisata…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Industri Properti Perlu Waspadai Suku Bunga dan Likuiditas

      NERACA   Jakarta – Industri properti dihimbau untuk mengantisipasi terhadap dua tantangan penting yaitu ketidakpastian ekonomi global…

Bank Muamalat Kerjasama Remitansi dengan Al Rajhi Bank Malaysia

      NERACA   Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Al Rajhi Bank Malaysia menandatangani perjanjian kerjasama…

Masalah Fintech, LBH dan OJK Masih Deadlock

      NERACA   Jakarta - Pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta belum…