Pos Indonesia Targetkan Transaksi Remintansi 30%

Selasa, 24/07/2012

NERACA

Bandung---PT Pos Indonesia menargetkan kenaikan transaksi pengiriman uang dari luar negeri atau remittance mencapai 30% pada Bulan Ramadhan 1433 Hijriah. "Trend pengiriman uang dari luar negeri meningkat pada Ramadhan dan Lebaran, tahun ini diprediksi kenaikannya mencapai 30%," kata Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Marjana di Bandung, Senin.

Menurut Marjana, selain nilai transaksi, jumlah transaksi remittance juga diprediksi meningkat. Saat ini rata-rata jumlah transaksi sekitar 130 ribu transaksi dengan nilai uang Rp1 triliun.

Namun pada momen Bulan Puasa dan Lebaran diprediksi bisa menembus angka Rp1,3 triliun. Pengiriman uang luar negeri PT Pos bekerja sama dengan Western Union. "Pengiriman akan meningkat, selama ini remittance dari Malaysia, Hongkong dan Arab Saudi dimana daerah itu merupakan negara-negara yang banyak mempekerjakan TKI baik sektor formal maupun informal," tambahnya

Sedangkan daerah-daerah penerima kiriman uang luar negeri dari para TKI adalah Jabar, Jateng, Jatim dan NTB. Khususnya di Jawa Barat, kabupaten/kota tujuan itu adalah Sukabumi, Cianjur, Subang, Indramayu dan Subang. "Puncak transaksi pengiriman uang biasanya H-4 Lebaran," jelasnya

Sementara itu total pendapatan PT POS Indonesia pada semester pertama mencapai Rp1,7 triliun atau mengalami peningkatan sekitar 16 persen dibandingkan periode sama 2011. Ia optimistis target Rp3,4 triliun pada 2012 bisa tercapai.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas memperkiraka kebutuhan uang tunai masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri 2012 mencapai Rp89,38 triliun atau naik 11,3 persen dibanding tahun 2011. “Persediaan uang di Bank Indonesia (BI) cukup untuk memenuhi proyeksi kebutuhan uang tunai periode Ramadhan dan Lebaran 1433 Hijriah, baik dari sisi jumlah keseluruhan maupun jumlah per pecahan," ujarnya

Secara nominal, kebutuhan uang tunai pada periode hari raya tahun ini naik Rp9,1 triliun dibandingkan dengan realisasi perputaran uang pada periode sama tahun 2011 yang mencapai Rp80,32 triliun.

Untuk uang pecahan besar di atas Rp20.000, BI memperkirakan masyarakat membutuhkan Rp81,12 triliun sedangkan untuk pecahan kecil Rp8,26 triliun. "BI sudah meminta agar Perum. Percetakan Uang Ri agar bekerja lebih banyak pada periode ini untuk memastikan kebutuhan masyarakat soal uang tunai ini terpenuhi," jelasnya

Ronald menambahkan bahwa dari Rp89,3 triliun yang disediakan BI untuk sekitar ramadhan ini, Rp56,4 triliun di antaranya merupakan cetakan baru. Angka tersebut sudah mencapai hampir 30 persen dari rata-rata catak uang baru selama satu tahun yang mencapai sekitar Rp160 triliun.

Lebih jauh Ronald mengemukakan, juga sudah meminta bank-bank di seluruh Indonesia untuk memperhatikan ketersediaan uang di setiap mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang dipunyai terutama pada enam hari libur nasional. "Lonjakan kebutuhan uang tunai seperti ini merupakan hal rutin sehingga BI sudah bisa menyiapkan diri dengan baik," pungkasnya. **bari