Hingga Juni, Realisasi Capex Alfamart Capai Rp 682 Miliar

Optimis Penjualan Tembus Rp 10,59 Triliun

Selasa, 24/07/2012

NERACA

Jakarta – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengungkapkan realisasi belanja modal hingga Juni sudah mencapai Rp 682 miliar. Dimana belanja modal tersebut digunakan untuk ekspansi usaha, seperti pembukaan gerai.

Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Fernia Kristanto mengatakan, belanja modal yang sudah diserap mencapai Rp 682 miliar hingga Juni 2012. “Dana belanja modal telah digunakan untuk pembangunan DC dan pembukaan gerai," kata Fernia di Jakarta, Senin (23/7).

Kemudian, perseroan juga telah membuka 456 toko hingga Juni 2012. Perseroan menargetkan membuka 800-1.000 toko pada 2012. Dana belanja modal yang dialokasi sekitar Rp 1,4 triliun pada 2012.

Untuk target 800 gerai tersebut, perusahan tak hanya mengincar Jakarta. Sejumlah gerai baru rencananya akan juga dibuka di kota-kota besar lain di Indonesia seperti Palembang, Makasar, Medan. "Jakarta sendiri nggak terlalu besar," tegasnya.

Selain itu, perseroan memperkirakan penjualan semester pertama 2012 naik 27% menjadi Rp 10,59 triliun, dibandingkan semester pertama 2011 senilai Rp8,34 triliun. "Penjualan semester pertama 2012 naik 27% dibandingkan periode sama 2011," ujarnya.

Sebelumnya, perseroan mencatatkan penjualan mencapai Rp 5,01 triliun hingga kuartal pertama 2012 dari kuartal pertama 2011 senilai Rp 3,89 triliun. Laba perseroan mencapai Rp 14,97 miliar hingga kuartal pertama 2012 dari kuartal pertama senilai Rp 9,14 miliar.

Kewajiban perseroan mencapai Rp 2,97 triliun hingga kuartal pertama 2012 dari Desember 2011 senilai Rp 3,55 triliun. Sedangkan ekuitas perseroan mencapai Rp 2,64 triliun ketimbang periode yang sama Rp 1,46 triliun. Kas dan setara kas perseroan mencapai Rp 940,11 miliar hingga kuartal pertama 2012 dari Desember 2011 senilai Rp 585,02 miliar.

AMRT tahun 2011 lalu mencatatkan laba komprehensif senilai Rp 375,37 miliar, naik 4,13% dibanding periode yang sama 2010 sebesar Rp 360,45 miliar. Kenaikan laba ini dipacu penjualan bersih perseroan senilai Rp 18,22 triliun, atau naik dibandingkan periode 2010 sebesar Rp 14,06 triliun.

Perseroan mengalami peningkatan penjualan bersih sepanjang 2011 sebesar 29,58% menjadi Rp 18,22 triliun, ujarnya. Seiring kenaikan penjualan, beban pokok penjualan juga mengalami peningkatan menjadi Rp 15,40 triliun, dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp11,91 triliun. Hingga 31 Desember 2011, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 5,01 triliun atau meningkat dibanding periode 2010 Rp 4,26 triliun. (didi)