UKM Blok S Diminta Bentuk Koperasi

NERACA

Jakarta—Kementerian Koperasi dan UKM meminta Pedagang Kaki Lima (PKL) di pinggir Lapangan Blok S membentuk koperasi. Penataan PKL menjadi kelas UKM telah berlangsung baik. “Kita bisa lihat buktinya. Konsep PKL kalau diorganisir dan ditata secara baik, akan menghasilkan suatu pendapatan yang besar. Saya dapat laporan, setiap PKL bisa meraup omset Rp 2 juta untuk satu ship per orang per hari atau malam,” kata Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM Syarif Hasan di Jakarta,23/7

Syarif mengaku optimis PKL Blok S bisa tumbuh menjadi UKM besar. “Omset kotornya Rp 60 juta per hari. Jadi kalau margin Rp30%, maka setiap PKL dapat Rp 12 juta per bulan. Ini bagus dan membuktikan namanya UKM mampu menopang perekonomian bangsa Indonesia. Ini makanya, ini menjadi program prioritas kami untuk di setiap provinsi ada yangsejenis,” paparnya.

Salah seorang pengunjung Wisnu mengaku, apresiasi yang dilakukan Menkop dan UKM untuk mengecek hasil binaannya patut dipuji. Karena para PKL tentu merasa bangga akhirnya ada kepedulian dari pemerintah. “Saya suka kalau ada menteri masih mau memberi apresiasi,” puji Wisnu yang bertepatan mampir untuk berbuka puasa.

Ini senada dengan Rosa. Wiraswasta yang mampir untuk makan malam ini mengaku tak mengenal Menkop dan UKM. Tapi mereka mengenal perkembangan dunia koperasi. “Saya detailnya tidak tahu soal koperasi. Tapi saya mendengar saja, ternyata koperasi Indonesia sudah eksis,” imbuh Rosa didampingi suaminya.

Sedangkan H Malik, pedagang Bakso mengatakan, sejak mereka mampu mandiri sudah tidak lagi dibina seperti waktu merintis. Tapi memang sering dipantau oleh pejabat Dinas Koperasi dan UKM DKI Jakarta. “Walaupun kami sudah dilepas setelah berhasil mandiri, tapi kedatangan Pak Menteri ke sini tentu menunjukkan kepedulian,” pungkas Malik. **rin

BERITA TERKAIT

KPK Diminta Pantau KLHK Selidiki Pertambangan Bauksit

KPK Diminta Pantau KLHK Selidiki Pertambangan Bauksit   NERACA Tanjungpinang - Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Kelompok Diskusi Anti 86 minta Komisi…

Pemerintah dan DPR Diminta Ubah Ketentuan Defisit APBN

      NERACA   Jakarta - Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah menyarankan pemerintah dan DPR mengubah ketentuan…

JNE Latih 1.500 UKM di Bandung

JNE Latih 1.500 UKM di Bandung NERACA Bandung - Perusahaan jasa pengiriman PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE menyatakan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Anehnya Boikot Uni Eropa Terhadap Sawit Indonesia

      NERACA   Jakarta – Industri kelapa sawit Indonesia menjadi penopang terhadap perekonomian. Data dari Direktorat Jenderal Pajak…

Meski Naik, Struktur Utang Indonesia Dinilai Sehat

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai struktur utang luar negeri (ULN) Indonesia yang naik 4,8 miliar…

Pentingnya Inklusivitas Sosial untuk Pertumbuhan Berkualitas

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, inklusivitas sosial atau memastikan seluruh warga mendapatkan…