IHSG Belum Beranjak Dari Sentimen Negatif

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 71,408 poin (1,75%) ke level 4.009,793. Sementara Indeks LQ45 terjun bebas 13,171 poin (1,90%) ke level 682,26. Krisis utang Uni Eropa memicu maraknya aksi jual di lantai bursa karena kekhawatiran para investor.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, pelemahan bursa disebabkan oleh kekhawatiran akan krisis Eropa yang memburuk. Selain itu, lanjut dia, laporan keuangan Bank of America dan Morgan Stanley yang lebih buruk dari ekspektasi juga menjadi katalis melemahnya bursa global termasuk Indonesia.

Dia menambahkan, pemerintah Spanyol merevisi proyeksi ekonomi 2013 dari tumbuh 0,2% menjadi turun 0,5%. Yunani pekan ini juga akan menjadi sorotan utama, karena Troika yang merupakan kreditor Yunani akan meninjau perkembangan Yunani terhadap persyaratan bailout yang dahulu sudah disepakati, “Jika Yunani tidak memenuhi persyaratan maka tidak akan ada dana bantuan lagi untuk Yunani. Banyak pihak memperkirakan Yunani tidak berhasil memenuh komitmennya sehingga peluang keluar dari Eropa kembali memanas," katanya di Jakarta, kemarin.

Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan masih akan bergerak di zona yang sama dengan kecenderungan masih melemah lantaran sentimen krisis eropa yang belum mereda. Pada perdagangan kemarin, saham-saham berbasis komoditas paling banyak dilepas investor akibat kekhawatiran melambatnya permintaan.

Meski tidak besar, dana asing kembali keluar dari lantai bursa. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 137,108 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 95.274 kali pada volume 6,746 juta lot saham senilai Rp 3,474 triliun. Sebanyak 29 saham naik, sisanya 262 saham turun, dan 59 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Eatertainment (SMMT) naik Rp 170 ke Rp 950, Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 100 ke Rp 5.500, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 50 ke Rp 6.000, dan Tower Bersama (TBIG) naik Rp 50 ke Rp 3.850,.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 21.350, United Tractor (UNTR) turun Rp 650 ke Rp 21.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 57.850, dan Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 500 ke Rp 190.500.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup jatuh 62,586 poin (1,54%) ke level 4.018,615. Sementara Indeks LQ45 ambles 11,676 poin (1,70%) ke level 683,830. Seluruh lapisan saham terkena aksi jual, mulai dari saham unggulan sampai saham lapis dua. Empat indeks sektoral bahkan terkena koreksi sangat dalam, lebih dari dua persen.

Sektor-sektor tersebut adalah tambang, aneka industri, industri dasar dan properti. Tak satupun indeks sektoral yang berhasil menguat ke zona hijau. Tak hanya investor lokal, para pemodal asing juga berlomba-lomba lepas saham.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 51.776 kali pada volume 2,506 juta lot saham senilai Rp 1,613 triliun. Sebanyak 24 saham naik, sisanya 242 saham turun, dan 40 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Eatertainment (SMMT) naik Rp 150 ke Rp 930, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 100 ke Rp 6.050, Tower Bersama (TBIG) naik Rp 50 ke Rp 3.850, Bekasi Fajar (BEST) naik Rp 40 ke Rp 550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 57.750, United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 21.200, Mayora (MYOR) turun Rp 450 ke Rp 21.600, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 15.400.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka melemah 36 poin atau 0,88% ke posisi 4.045,20. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 9,24 poin (1,33%) ke level 686,36. Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, mengawali pekan ini indeks BEI masih bergerak fluktuasi dengan kecenderungan melemah seiring masih minimnya sentimen positif.

Dia menilai, faktor puasa sedikit akan berpengaruh terhadap transaksi perdagangan saham, akan tetapi dampaknya terlampau kecil dan tidak terlalu signifikan. "Dari sisi teknikal indeks BEI awal pekan ini bergerak pada kisaran 4.024-4.137 poin," ungkapnya.

Alasannya, investor tengah mengantisipasi keluarnya laporan keuangan emiten semester pertama 2012, diharapkan perusahaan dalam negeri menghasilkan nilai yang positif. Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 499,13 poin (2,54%) ke level 19.141,67, indeks Nikkei-225 turun 111,55 poin atau 1,29% ke level 8.558,32 dan Straits Times melemah 25,73 poin (0,85%) ke posisi 3.989,80. (bani)

BERITA TERKAIT

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…

Pemerintah Serap Rp22 Triliun dari Lelang SUN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp22,05 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN)…

Konflik Jababeka, BEI Belum Tentukan Sikap

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan belum mengambil sikap soal penolakan tiga kontraktor PT Kawasan Industri Jababeka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Torehkan Kinerja Sangat Baik - BTN Meraih Penghargaan CSA Award 2019

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) meraih penghargaan CSA Award 2019. Penghargaan emiten dengan kinerja terbaik tersebut, hasil kerja…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…