TPK Koja Tangani 1.400 Kontainer Per Hari - Hingga Semester I-2012

NERACA

Jakarta - Kinerja Terminal Peti Kemas (TPK) Koja diklaim terus membaik. Hingga semester I -2012, TPK Koja mampu meningkatkan produktivitasnya dan sekarang menangani lebih dari 1.400 kontainer per hari. Saat ini, Terminal Koja juga mampu melayani tiga kapal secara bersamaan dengan menggunakan enam quay crane (QC).

Iwan Rialdy, Presiden Direktur Hutchison Ports Indonesia (HPI), mengatakan keberhasilan Koja yang terus berkelanjutan dikarenakan kontribusi dan dedikasi manajemen Koja serta para tenaga kerja. “Kami sangat bangga memiliki tim terbaik di Koja,” katanya di Jakarta seperti dikutip dari siaran persnya, Senin (23/7).

Iwan menambahkan, baik IPC maupun HPI berkomitmen untuk meningkatkan tingkat produktivitas kepada pelanggan dengan berinvestasi dalam peralatan dan fasilitas untuk menangani peningkatan arus kontainer yang melintasi Tanjung Priok.

Untuk meningkatkan produktifitas Koja, pada tahun 2013 TPK Koja akan melakukan perluasan lahan kontainer, jalur gerbang tambahan, delapan head-truck, tiga rubber-tyred gantry crane (RGTC) dan satu super post-Panamax quay crane. Melalui penambahan lahan dan peralatan baru tersebut diharapkan kapasitas bongkar muat di Koja bisa mencapai satu juta TEUs per tahun.

Tahun ini, rata-rata gross cane rate (GCR) mencapai 27 pemindahan peti kemas perjam dengan vessel operating rate (VOR) 60 pemindahan peti kemas per jam. Tingkat produktivitas Koja tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2011, dimana rata-rata CGR adalah 22 pemindahan peti kemas per jam dan VOR 50 pemindahan petikemas per jam.

Peningkatan tingkat produktivitas Koja, lanjut Iwan, tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan pelaksanaan sistem operasi terminal Hutchison Port Holdings – nGen. “Hutchison Ports Indonesia (HPI) dan Pelabuhan Indonesia Corporation (IPC), sebagai pemilik Koja berkomitmen untuk melakukan investasi lebih lanjut dalam bentuk peralatan baru dan fasilitas serta pelatihan bagi karyawan Koja – baik yang bersifat lokal maupun internasional,” ujar Iwan.

Sekedar informasi, Hutchison Ports Indonesia (HPI), bermitra dengan IPC dan beroperasi di PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan TPK Koja (Koja) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. JICT dan Koja adalah bagian dari Hutchison Port Holdings (HPH) Group. HPH merupakan anak perusahaan dari konglomerat multinasional Hutchison Whampoa Limited (HWL), yang merupakan investor, pengembang dan operator pelabuhan yang ternama di dunia.

Jaringan HPH operasi pelabuhan terdiri dari 314 tempat berlabuh di 52 pelabuhan yang mencakup 26 negara di seluruh Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika dan Australia. Selama bertahun-tahun, HPH telah berkembang secara internasional ke bisnis lainnya, seperti logistik, transportasi yang masih memiliki keterkaitan dan hotel. Termasuk terminal kapal pesiar, pengoperasian bandar udara dan hotel, pusat distribusi, layanan kereta api, dan fasilitas perbaikan kapal.

BERITA TERKAIT

MICE Bagikan Dividen Rp 10 Per Saham

NERACA Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Multi Indocitra Tbk (MICE) memutuskan untuk membagikan dividen kepada…

Kontainer Bebas di Kota Bekasi

Hampir setiap hari, terutama siang dan sore hari banyak kontainer/truk tanah seenaknya bebas lewat di sejumlah jalan protokoler di kota…

Trans Power Bagi Dividen Rp 26,6 Per Saham

NERACA Jakarta – Sukses mencetak pencapaian kinerja keuangan yang apik sepanjang tahun lalu, mendorong PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Akuakultur - KKP Lakukan Konsultasi Publik Aturan Usaha Pembudidayaan Ikan

NERACA Bandung - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakuan konsultasi publik terkait rencana pemberlakuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang…

Rekind Langgar Kontrak, PAU Tempuh Jalur Hukum

NERACA   Jakarta - PT Panca Amara Utama (PAU) membantah semua klaim sepihak dan tidak berdasarkan fakta yang disampaikan oleh…

Pengusaha Optimistis Regulator Dukung Industri

NERACA Jakarta – Pelaku usaha mengaku optimistis dengan hasil pemilihan umum yang baru dilansir Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa pemerintah…