Semester Pertama, Penjualan Ramayana Naik 118,57%

Selasa, 24/07/2012

NERACA

Jakarta – Sepanjang semester pertama 2012, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mencatatkan pertumbuhan tajam penjualan sebesar 118,57%, jika dibanding periode yang sama tahun lalu.

Tercatat, RALS membukukan penjualan Rp 3,06 triliun hingga paruh pertama tahun ini. "Pada paruh tahun 2011, penjualan kami hanya sebesar Rp 1,4 triliun," ujar Sekretaris Perusahaan RALS Setyadi Surya di Jakarta, Senin (23/7).

Meski demikian, Setyadi mengatakan kedua periode tersebut tidak bisa dijadikan perbandingan. Karena menurutnya, tahun lalu momen Lebaran terjadi pada bulan September, sedangkan bulan puasa kali ini dimulai Juli. “Masyarakat sudah menyiapkan belanja sejak bulan-bulan sebelumnya yaitu Mei dan Juni,” imbuhnya.

Namun dia juga mengakui bahwa di tahun ini penjualan meningkat secara signifikan dibanding tahun lalu. Hal tersebut selain karena penambahan gerai RALS, juga karena daya beli masyarakat menguat seiring perekonomian domestik yang stabil.

RALS membagi tiga area penjualannya, yaitu Jabodetabek, Jawa, dan luar Jawa. Dari ketiganya itu, kata Setyadi, proporsi penjualan terbesar justru diraih daerah luar Jawa, yaitu hingga 48,5% dari total penjualan semester I 2012.

Sampai enam bulan pertama ini, RALS sudah mencapai 40,8% target penjualan setahun, yang sebesar Rp 7,5 triliun. Tahun ini, RALS menargetkan penjualan naik 47,3% dari tahun 2011 yang sebesar Rp 5,09 triliun.

Sebelumnya, sepanjang kuartal I 2012 ini, RALS mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp 39,66 miliar, naik 29,95% dari kuartal pertama 2011 yang sebesar Rp 30,52 miliar. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan pendapatan 9,54% menjadi Rp 1,07 triliun pada kuartal I 2012 dari kuartal I 2011 yang senilai Rp 984,58 miliar.

Laba kotor perseroan ikut naik menjadi Rp 348,18 miliar pada kuartal I 2012 dari periode sama sebelumnya Rp 311,75 miliar. Laba usaha juga naik menjadi Rp 27,70 miliar pada kuartal I 2012 dari kuartal I 2011 Rp 16,20 miliar. Laba per saham dasar otomatis juga naik menjadi Rp 5,59 pada kuartal I 2012 dari periode sama sebelumnya sebesar Rp 4,30 per saham. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 2,88 triliun pada kuartal I 2012 dari akhir Desember 2011 Rp 2,84 triliun.

Belanja Modal

Perusahaan menganggarkan belanja modal alias capex sekitar Rp 500-600 miliar untuk tahun ini. Dimana dana capex berasal dari kas internal perusahaan dan akan digunakan untuk penambahan gerai dan operasional.

Sebagai catatan, untuk membangun setiap gerai baru, Ramayana membutuhkan investasi sekitar Rp 30 miliar – Rp 60 miliar. Dari penambahan gerai dan strategi pengembangan bisnis di tahun 2012, perusahaan menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh 16% menjadi Rp 5,89 triliun. Pendapatan Ramayana di tahun 2011 mencapai Rp 5,08 triliun.

Dengan pertumbuhan pendapatan tersebut, Surya memperkirakan laba bersih tahun 2012 dapat naik 8% dibanding tahun 2011, menjadi Rp Rp 407,78 miliar. Menurut Surya, pulau Jawa masih memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan perusahaan.

Saat ini perseroan masih fokus pada pengembangan di pulau Jawa karena sudah didukung oleh jaringan distribusi yang kuat. Perseroan juga akan meningkatkan efisiensi operasional, melalui kontrol yang ketat dari seluruh biaya dan produktivitas tinggi. “Kami juga terus meningkatkan kinerja penjualan terutama di pulau-pulau luar Jawa,” ujar Surya. (didi)