Asing Tetap Ngebet Bidik Asuransi Indonesia

NERACA

Jakarta – Saat ini sejumlah asuransi lokal tengah menjadi incaran asuransi asing. Alasanya, gelagat investor asing itu sudah “terbaca” melalui “gerak-gerik” konsultan atau manajer investasi (MI). "Yang berkomunikasi dengan dengan tidak langsung dari perusahaannya, tapi lewat manajer investasi," kata Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Kornelius Simanjuntak di Jakarta,23/7

Menurut Kornelius, beberapa dari perwakilan investor tersebut telah melakukan komunikasi dengan asosiasi. "Tapi untuk kelanjutannya kita meminta kepada mereka untuk langsung berbicara dengan pemilik asuransi yang ingin dibeli," tegasnya

Lebih jauh Kornelius menambahkan pihaknya hanya menjelaskan kepada perwakilan para investor bahwa prospek asuransi di Indonesia sangat baik, termasuk juga memaparkan perkembangan ekonomi secara umum. "Dalam kapasitas sebagai Ketua DAI, saya selalu mengatakan kepada investor untuk bebas berinvestasi di asuransi, baik jiwa maupun umum. Mengenai kelanjutannya itu diserahkan ke mereka. Kami hanya memberi gambaran saja terkait kondisi industri asuransi di Indonesia dan prospeknya ke depan bagaimana," ungkapnya

Dikatakan Kornelius, beberapa perwakilan investor yang pernah menemuinya di antaranya berasal dari Amerika Serikat, Hong Kong, dan Australia. Kornelius juga mengakui beberapa industri asuransi Indonesia sangat membutuhkan investasi yang lebih besar untuk kemajuan di industri asuransi. "Tidak sedikit perusahaan asuransi baik umum maupun jiwa yang membutuhkan investasi ke depan," jelasnya

Terkait dengan keberadaan OJK yang sudah resmi, Kornelius, berharap, dengan terbentuknya dewan komisioner OJK, maka industri perasuransian semakin diperhatikan. "Kami berharap dengan adanya OJK, perhatian terhadap industri asuransi semakin besar," imbuhnya

Jauh sebelum terbentuknya OJK, Kornelius mengatakan, perhatian pemerintah terhadap perusahaan asuransi tidak terlihat besar. Hal tersebut terlihat dari lembaga dan regulator yang memiliki kapasitas yang masih kecil jika dibandingkan dengan lembaga maupun regulasi pengawasan perbankan yang jauh lebih besar. "Kami merasa, sebelum adanya OJK, perhatian pemerintah terhadap perusahaan asuransi itu tidak besar, jika dibandingkan dengan lembaga maupun regulasi pengawasan perbankan jauh lebih besar mendapat perhatian," terangnya

Kornelius mencontohkan, dinegara lain di sektor regulasi dan pengawasan asuransi dan perbankan memiliki kapasitas yang sama. Dengan adanya OJK Korelius mengharapkan agar asuransi bisa tumbuh lebih cepat lagi kedepannya."Saya berharap banyak orang yang membeli asuransi, orang yang sudah membeli akan nambah jumlah polisnya hingga harapan kita bisa tumbuh dan harapan kita industri asuransi agar cepat terwujud dan Program pemerintah harus mengarah pada Industri Asuransi kedepannya," imbuhnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Indonesia 2045, Antara Lumbung Pangan Dunia dan Krisis Pangan

Oleh : Abdul Aziz, Mahasiswa Fisipol di PTN Jakarta   Masa kampanye yang tinggal beberapa minggu lagi membuat intensitas kampanye…

Optimistis di 2019, BMW Indonesia Bakal Rilis 10 Mobil Baru

BMW Grup Indonesia akan meluncurkan sebanyak 10 mobil terbaru pada 2019, menunjukkan kepercayaan pabrikan mobil mewah asal Jerman itu dalam…

Ini Tantangan Baru Industri Pariwisata di Indonesia

Salah satu usaha mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun depan, Kementerian Pariwisata akan lebih fokus menggarap segmen pasar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BPR Diminta Bantu Kemajuan Daerah

    NERACA   Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) harus terus mampu memberikan…

Tingkatkan Loyalitas Nasabah dengan CIMB Niaga Xtra Xpo

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) kembali menggelar pameran perbankan ritel bertajuk…

Gandeng IKA ITS, BNI Life Tawarkan Program Asuransi

    NERACA   Jakarta - PT BNI Life Insurance (BNI Life) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Ikatan Alumni…