Bank Asal Korsel Incar BHS

Selasa, 24/07/2012

NERACA

Jakarta-PT Bank Woori Indonesia (BWI) yang merupakan anak usaha Woori Bank Korea itu akan membeli sekitar 33% saham milik keluarga Arifin Panigoro di Bank Himpunan Saudara (BHS). Namun keputusan masalah tersebut akan diputuskan dalam RUPSLB BHS.

Yang jelas, jika rencana tersebut berjalan lancar, maka saham milik Keluarga Arifin Panigoro di BHS akan mengecil dari 52,92% menjadi 27,27%. Sedangkan saham Medco berkurang dari 11,03% menjadi 3.68%. Kesepakatan penjualan saham BHS kepada BWI sebenarnya sudah diteken Arifin dan pihak BWI pada 5 Juni lalu atau sepekan sebelum digelar RUPS BHS, 12 Juni 2012.

Menurut Madyantoro Purbo, kendati telah berkurang kepemikikan saham BHS tersebut. Namun keluarga Arifin masih akan tercatat sebagai pemegang saham mayoritas BHS. “Ia (Arifin) tetap akan menjadi pengendali BHS karena masih memiliki saham sekitar 34,19%,” ujarnya.

Dalam prospektus yang diterbitkan BHS disebutkan, akuisisi tersebut untuk memperkuat jaringan bisnis Woori Group di Indonesia. Apalagi potensi perbankan di Tanah Air masih kecil.

Sebagai gambaran, saat ini penetrasi jasa perbankan terhadap produk domestik bruto (PDB) masih sangat kecil, yakni sekitar 25%. Padahal jumlah penduduk Indonesia sudah mendekati 240 juta jiwa. Karena itu, sektor perbankan dinilai sebagai industri yang paling seksi saat ini.

Kendati tergolong kelas menengah, penampilan BHS sebenarnya tak buruk-buruk amat. Hingga kuartal I-2012, bank beraset sekitar Rp5 triliun ini berhasil membukukan laba bersih Rp30 miliar lebih. Jadi wajar jika BWI kepincut untuk mempersunting BHS. Soal berhasil tidaknya, ya tergantung restu dari BI. **cahyo