Total Penyaluran Kredit Bank Danamon Rp110 T

Selasa, 24/07/2012

NERACA

Jakata--- PT Bank Danamon Indonesia,Tbk mengklaim total penyaluran kredit mencapai sekitar Rp110 triliun sampai akhir Juni 2012, atau naik 19 % dari Rp93 triliun setahun yang lalu. "Kredit di segmen mass market ini tumbuh sebesar 20 % dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp64 triliun sampai dengan tanggal 30 Juni 2012, dan berkontribusi sebesar 58 % kepada total portofolio kredit Danamon," kata Presiden Direktur Danamon Henry Ho di Jakarta, Senin,23/7.

Menurut Henry, pertumbuhan kredit yang positif itu didorong oleh pertumbuhan di segmen kredit "mass market", yang mencakup kredit kepada nasabah wirausahawan kecil (self-employed mass market), kredit kepemilikan kendaraan bermotor, perabotan rumah tangga (durable goods), dan pembiayaan syariah beragunan emas.

Menyingung soal laba, Henry mengaku mencatatkan perseroan laba bersih konsolidasi setelah pajak senilai Rp2 triliun pada semester pertama 2012 atau tumbuh 36 % dari Rp1,473 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. "Di tengah perekonomian domestik yang relatif stabil, kami mampu menghasilkan pertumbuhan yang kuat di semua segmen bisnis kami di semester pertama tahun ini," jelas Henry lagi.

Hal itu, lanjut dia, menunjukkan kuatnya perekonomian Indonesia pada paruh pertama tahun ini, meskipun adanya tekanan dari ekonomi global.

Sementara itu, Chief Financial Officer dan Direktur Danamon, Vera Eve Lim menambahkan, kredit dari segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Komersil mencatat pertumbuhan sebesar 20 % dibandingkan tahun lalu menjadi Rp28 triliun, atau 25 % dari total portofolio kredit Danamon. "Unit perbankan mikro kami, Danamon Simpan Pinjam (DSP), secara aktif berkembang ke sektor yang berpotensi, seperti baru-baru ini meraih hasil yang menjanjikan pada sektor agribisnis," ujarnya

Menurut Vera, pembiayaan alat-alat berat yang disalurkan oleh unit bisnis ABF (Assets Based Financing) Danamon tumbuh sebesar 64 % menjadi Rp5,6 triliun. Kemudian, kredit dari segmen korporasi tumbuh 13 % menjadi Rp13 triliun, dan trade finance Danamon naik 55 % menjadi Rp6,5 triliun. **ria