Teliti Memilih Glukosa Meter

Sabtu, 28/07/2012

NERACA

Di pasaran tersedia begitu banyak ragam glukosa meter yang biasanya berbentuk mungil sekepalan tangan dilengkapi jarum penusuk jari dan strip pengambil sampel darah. Namun, terdapat sejumlah persyaratan dari sebuah glukosa meter yang harus diperhatikan.

Sudah saatnya bagi pasien untuk teliti sebelum membeli alat tes gula darah. Cari alat tes yang terjamin keakuratannya. Setelah itu yang paling penting adalah mengerti prosedur menggunakan dan merawat alat.

Banyak hal yang bisa mempengaruhi kualitas akurasi pengukuran gula darah yang dihasilkan oleh alat glukosa meter. Dibagi atas 3 kelompok:

1. Faktor kualitas alat glukosa meter dan kelengkapannya. Meliputi:

- tingkat akurasi alat,

- kualitas strip tes,

- kemampuan alat dalam menyesuaikan terhadap kondisi hematokrit pasien (jumlah sel darah merah dalam darah). Sebab tiap alat memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyesuaikan terhadap kondisi hematokrit pasien yang ekstrem.

2. mengalami anemia atau dehidrasi berat, banyak alat yang tidak mampu mengukur kadar gula darah mereka dengan akurat, karena kemampuan teknologinya yang terbatas.

- kemampuan alat untuk menghindari interferensi (gangguan) pembacaan glukosa atas kehadiran zat lain dalam darah pasien.

- kemampuan alat dalam beradaptasi jika melakukan tes pada ketinggian tertentu, serta

- ketahanan terhadap gangguan suhu dan kelembaban.

3. Faktor internal pengguna. Meliputi: ketrampilan dalam mengoperasikan alat, dan pengetahuan dalam melakukan perawatan alat. Misalnya menyimpan Meter dan strip di tempat penyimpanan yang benar dan tidak terpapar cahaya matahari langsung.

Ahli Patologi Klinik dr. Agus Kosasih mengatakan, saya melihat perlunya edukasi yang merata bagi pasien diabetes mengenai tata cara menggunakan glukosa meter dengan benar dan memahami segala keterbatasannya.Semakin cakap pasien, akan semakin baik pula dampaknya bagi pengendalian diabetesnya.

Karena itu langkah pertama adalah teliti dalam melihat keunggulan dan keterbatasan tiap alat yang ditawarkan di pasar. Yang kedua adalah memahami keseluruhan prosedur penanganan alat. Karena akurasi hasil tes tidak semata-mata tergantung pada alat glukosa meternya, namun juga tergantung pada kemampuan penggunanya.

Peningkatan prevalensi diabetes menggambarkan pentingnya manajemen penyakit yang tepat, melalui keberhasilan pengendalian kadar gula darah. Alat tes gula darah mandiri yang tersedia di pasaran pada umumnya mengklaim memiliki fungsi yang sama, namun kenyataannya memiliki spesifikasi kemampuan dan fitur yang bervariasi.

Ketika memilih glukosa meter untuk memantau gula darah harian pasien, selain mutu alat, juga harus diperhatikan layanan purnajual. Bagi Accu-Chek, hubungan antara produsen dan konsumen adalah ikatan seumur hidup, ditandai dengan garansi alat yang diberikan seumur hidup.

Faktor-faktor tersebut antara lain kesadaran akan manfaat dari pemantauan gula darah mandiri, hambatan biaya, cara pemakaian, pengetahuan dalam interpretasi hasil tes dan penggunaan alat yang tidak akurat yang bisa menyesatkan pengguna.

Mengambil kendali atas diabetes dapat membantu pasien merasa lebih baik dan tetap sehat. Menjaga agar kadar gula darah mendekati normal dapat mengurangi risiko masalah pada jantung, mata, ginjal, dan saraf; komplikasi yang sering terjadi pada pasien diabetes.