Animo Gadaikan Barang Meningkat

Jelang Lebaran Pegadaian Siap Layani

Sabtu, 28/07/2012

Menjelang hari raya Lebaran kebutuhan dana masyarakat memang sangat tinggi, untuk memenuhi kebutuhan itu, banyak masyarakat yang mencari dana yang mudah dan cepat.

NERACA

Kebutuhan masyarakat menjelang hari raya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari lain pada umumnya, sehingga banyak orang membutuhkan dana tunai secara cepat dengan mendatangi Pegadaian.

Direktur Operasional Pegadaian Edi Prayitno mengatakan, peningkatan animo masyarakat ini memang sudah rutin terjadi sebulan sebelum Lebaran. Diperkirakannya, pada H-7 akan terjadi peningkatan nasabah yang cukup signifikan untuk menggadaikan barang-barangnya. Untuk itu pihak Pegadaian sudah menyiapkan dana milyaran rupiah.

“Menjelang hari raya kebutuhan masyarakat memang sangat meningkat, untuk memenuhi kebutuhan itu, banyak masyarakat yang mencari dana yang mudah dan cepat, maka dari itu banyak masyarakat yang datang ke Pegadaian untuk menggadaikan barangnya seperti emas, motor, laptop,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terpaksa mengadaikan hartanya karena membutuhkan uang tunai sebagai simpanan untuk kebutuhan tak terduga menjelang Lebaran tiba. Ditambah harga kebutuhan pokok menjelang hari raya sangat mahal ini yang membuat masyarakat mau tidak mau harus berpikir untuk memenuhi kebutuhan itu.

Menurut dia, meminjam uang ke Pegadaian lebih mudah dan cepat daripada harus meminjam ke pihak lain. Sebab mendapatkan uang tunai lewat Pegadaian tidak membutuhkan waktu lama serta tidak berbelit. Cukup membawa barang yang akan digadaikan dan barang itu bisa kembali ditebus bila sudah memiliki dana yang cukup, tuturnya.

Kenaikan Transaksi

Perum Pegadaian mencatatkan kenaikan transaksi menjelang Idul Fitri sebesar 20% dibandingkan dengan transaksi di bulan sebelumnya atau mengalami pertumbuhan sebesar 30% dibandingkan dengan tahun lalu. Kredit yang paling diminati nasabah adalah Kredit Cepat Aman (KCA) dengan layanan transaksi emas perhiasan paling mendominasi kemudian diikuti oleh produk-produk lainnya.

Banyak masyarakat yang menginginkan dana cepat maka dari itu masyarakat banyak yang memilih KCA sebagai transaksi yang banyak dipilih masyarakat. Sedangkan transaksi gadai kalau dibandingkan dengan sebelum Lebaran kenaikannya mencapai 20%," tuturnya.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman pada tahun sebelumnya, H-3 dan H-4 banyak nasabah yang menebus barang gadainya terutama untuk emas perhiasan, namun, barang lain seperti sepeda motor banyak yang digadaikan oleh konsumen.

"Kalau menjelang Lebaran emas perhiasan banyak yang ditebus, mungkin buat aksesoris selama di kampung, sementara sepeda motor digadaikan lagi untuk keamanan pemudik dibandingkan menyimpannya di rumah," katanya.

Hingga sekarang Pegadaian memang masih jadi primadona masyarakat untuk mendapatkan dana segar. "Soalnya, prosesnya mudah dan cepat. Mudah, karena mereka cukup membawa barang yang mau digadaikan dan tentu harus membawa suratnya. Tapi kalau dia enggak punya, cukup membawa KTP untuk dicatat alamatnya," tutur Edi Prayitno.

Dia mengatakan, untuk dari segi proses, cuma 15 menit. Dalam artian, terhitung mulai dari nasabah menyerahkan barang ke counter lalu dicek. Nah, dalam hitungan menit, langsung terima uang."Memang sangat mudah dalam proses ini tidak dipersulit untuk bertransaksi di pegadaian," tuturnya.

Menurut dia, pelayanan yang diberikan oleh Pegadaian saat ini bukan hanya masalah kemudahan dalam bertransaksi, tetapi servis lain untuk memanjakan nasabahnya, Kantor Pegadaian berjanji tetap buka sampai 1 hari sebelum Lebaran. "Kami akan beri kesempatan bagi siapa saja memanfaatkan kesempatan ini,” tuturnya.

Harga perhiasan menjelang hari raya memang sangat tinggi namun, dengan harga yang tinggi perhiasan tetap jadi primadona sebagai barang gadaian, misalnya giwang dan kalung.

"Kebanyakan memang ibu-ibu. Mereka, kan, tulang punggung keluarga. Ada juga, sih, kaum lelaki. Yang digadaikan kalau enggak emas, ya, kendaraan. Baik sepeda motor atau mobil," tuturnya.

Dia mengatakan, masyarakat yang datang kepegadaian bukan hanya dari kalangan masyarakat menengah ke bawah, namun, banyak juga masyarakat kelas atas yang datang ke Pegadaian.

Sedangkan soal keamanan barang, tak perlu diragukan. Kami pakai sirine, alarm, dan satpam yang jaga 24 jam. Ditambah lagi, ada polisi atau TNI yang kontrol tiap 1 jam sekali, kami sangat siaga dalam keamanan, ini semua untuk menjaga barang masyarakat dan mendapatkan pelayanan yang maksimal, tuturnya.

Dia mengatakan untuk mengatasi calo di lingkungan kami. Kalaupun ada masalah dengan calo, itu tak lepas dari masyarakat sendiri. "Calo timbul karena nasabah malu. Melalui calo inilah muncul istilah pungutan-pungutan. Antisipasinya, orang yang datang ke Pegadaian harus tanda tangan sendiri," tuturnya.

Uniknya, menjelang Lebaran ini, Pegadaian ikut membantu terbukanya peluang kerja. "Banyak ibu-ibu rumah tangga menjadi pedagang kaki lima untuk keperluan buka puasa. Modalnya ngambil dari Pegadaian," ungkapnya.

Untuk menyambut hari raya Idul Fitri semua kebutuhan memang sangat tinggi, seperti harga pangan yang meningkat tidak seperti harga barang sebelum bulan puasa, untuk memenuhi kebutuhan itu masyarakat mencoba mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan hari raya,

Persaingan Pegadaian

Dir Eksekutif Indef Ahmad Erani Yustika mengatakan, selama memang mencakup kebutuhan masyarakat peluang pegadaian swasta akan lebih banyak lagi, ini dikarenakan adanya kelonggaran pengawasan dari pemerintah sehingga ada peluang untuk pihak swasta.

"Pemerintah harus lebih ketat untuk mengawasi pengerakan pegadaian swasta ini, agar tidak semakin tumbuh kembang, walaupun sejauh ini bagi pihak Pegadaian belum ada kerugian yang besar, semua ini karena adanya permasalah dalam pihak Pegadaian," tuturnya.

Dia mengatakan, ini semua karena dana yang ada pada Pegadaian memang saat ini masih kurang, maka dari itu pihak Pegadaian tidak merasa dirugikan dengan adanya pegadaian swasta ini.

Menurut dia, dengan organisasi baru berbasis kompetensi, dia berharap mampu menghadapi perubahan eksternal dan internal serta persaingan kian ketat. Organisasi baru berbasis kompetensi adalah penempatan sumber daya manusia berdasar keahlian masing-masing sesuai dengan bidang yang mereka emban.