Produk Alas Kaki Indonesia Bebas Tuduhan Circumvention Brasil

NERACA

Jakarta - Perusahaan Indonesia yang bergerak di bidang alas kaki akhirnya terbebas dari tuduhan praktik circumvention (tipuan) di Brasil. Keputusan penghentian penyelidikan anti circumvention tersebut dikeluarkan oleh Department of Commercial Defense (DECOM) Brasil dalam bentuk Final Determination pada 18 Juni 2012 yang lalu.

Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Ernawati menyatakan, bahwa dalam proses penyelidikan, Brasil tidak menemukan adanya praktik circumvention yang dilakukan oleh perusahaan alas kaki Indonesia. Penyelidikan anti circumvention Brasil terhadap produk alas kaki Indonesia dimulai sejak 4 Oktober 2011 karena adanya permohonan dari industri sepatu Brasil, yaitu Abicalcados.

Perusahaan Brasil tersebut mencurigai adanya praktik penjualan produk China yang dilakukan melalui negara ketiga antara lain Indonesia, Vietnam dan Malaysia untuk menghindari bea masuk anti dumping yang dikenakan oleh Otoritas Brasil terhadap China sebesar US$13,85 untuk sepasang sepatu sejak Maret 2010.

Cegah Tuduhan

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah produk alas kaki Indonesia dikenakan tuduhan circumvention di Brasil. Salah satu upayanya antara lain dengan menyampaikan perhatian secara langsung ke Pemerintah Brasil melalui pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan RI dengan Wakil Menteri Perdagangan Brasil pada saat Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN pada bulan November tahun lalu di Bali.

Setelah itu, Pemerintah Indonesia juga menyampaikan perhatian yang sama kepada DECOM pada 21 Oktober 2011 dan Kedutaan Besar Brasil di Jakarta. “Kami meminta kepada DECOM agar mereka menetapkan periode penyelidikan sebelum mengeluarkan peraturan antidumping circumvention terhadap produk alas kaki Indonesia,” jelas Ernawati melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Senin (23/7).

Kemudian, Menteri Perdagangan kedua negara pada pertemuan bilateral di Brasilia tanggal 13 Maret 2012 membahas lebih detail mengenai tuduhan circumvention terhadap produk alas kaki tersebut. Selanjutnya, DECOM mengeluarkan hasil essential fact pada 14 Juni 2012, dan Pemerintah Indonesia menyampaikan tanggapan untuk memperkuat hasil essential fact tersebut.

“Tanggapan Pemerintah Indonesia ini penting untuk disampaikan agar keputusan akhir DECOM tetap merujuk kepada hasil essential fact yang menyimpulkan tidak adanya praktik circumvention oleh perusahaan alas kaki asal Indonesia,” ujar Ernawati.

Perusahaan Indonesia yang dituduh melakukan praktik circumvention oleh DECOM terdiri dari 8 perusahaan dari Grup Nike dan 8 perusahaan dari Grup Adidas. Ernawati mengungkapkan bahwa seluruh perusahaan Indonesia yang dituduh menunjukkan sikap yang sangat kooperatif. Sebanyak 5 perusahaan diantaranya bahkan dipilih sebagai sampling on the spot verification oleh DECOM. Selama proses verifikasi berlangsung selama bulan April 2012, Kementerian Perdagangan ikut mengawasi untuk memastikan bahwa proses verifikasi tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut data statistik, ekspor alas kaki Indonesia ke Brasil selama tiga tahun terakhir terus meningkat. Pada 2009, nilai ekspornya mencapai US$20,3 juta, kemudian meningkat hingga US$65,6 juta pada 2010 dan US$92,4 juta pada 2011 dengan pangsa pasar sekitar 2,8%.

Saat ini, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang masih merupakan tujuan utama ekspor alas kaki Indonesia. Ernawati mengatakan dengan bebasnya produk alas kaki Indonesia dari tuduhan circumvention Brasil, maka perusahaan Indonesia memiliki peluang besar untuk terus memperluas pangsa pasarnya di Brasil atau bahkan di kawasan Amerika Latin.

BERITA TERKAIT

Kenali Siklus Kaki Anak untuk Cegah Kelainan Tulang dan Sendi

Orang tua kerap panik setiap melihat bentuk kaki sang buah hati mendadak bengkok. Natatsa Mayang Pujakusuma (29), misalnya, yang dibuat…

Ini Dia Cara Produk Bisnis Menjadi Viral

Di era digital, menjadi terkenal dan viral tentunya bukan serta merta terjadi begitu saja. Ada beberapa hal yang harus dilakukan…

Ini Festival Seru di Indonesia Bulan Agustus 2018

Bulan Juli dan Agustus menjadi puncak musim panas di Indonesia. Sejumlah festival besar dilaksanakan sepanjang bulan ini, dengan maksud mengundang…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Regulator Identifikasi 500 Komoditas Kurangi Impor

NERACA Jakarta – Pemerintah melakukan langkah untuk mengidentifikasi sekitar 500 komoditas yang bila dilihat berdasarkan tingkat kandungannya dapat dikurangi impor…

Produk Warga Binaan Bakal Dipamerkan Dalam Ajang TEI

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan akan memfasilitasi produk-produk buatan warga binaan pemasyarakatan dengan kualitas ekspor untuk dipamerkan pada pameran dagang…

RI Tingkatkan Konektivitas Dengan Afrika Lewat Ethiopia

NERACA Jakarta – Pemerintah RI berupaya meningkatkan konektivitas Indonesia dengan negara-negara di Afrika melalui Ethiopia, seiring dengan dibukanya rute penerbangan…