Kemenag dan Perbankan Bahas Investasi Dana Haji

Senin, 23/07/2012

NERACA

Jakarta Kementerian Agama mengakui biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) naik terus. Namun nilai manfaat yang bisa didapatkan juga lebih besar. Karena itu pihaknya sedang membahas Kemenkeu dan Perbankan. “Kalaupun biaya naik bertambah mahal, itu karena penerbangan, masalah penginapan itu turun,” kata Direktur Jenderal Haji dan Umrah Kementerian Agama, Anggito Abimanyu di Jakarta,

Diakui Anggito, Dana jamaah haji yang terkumpul sampai 2012 ini sebesar Rp 19 triliun. Dana ini terkumpul sejak tahun 2004 – 2005. “Ini (sudah) ditempatkan atau diinvestasikan dan menghasilkan Rp1,3 –Rp1,4 triliun, jadi kan belum habis. Nah, itu dikembalikan dalam bentuk BPIH atau biaya penyelenggaraan. Besarnya penempatan itu tergantung dari strategi investasinya. Nah, itu yang saya bicara dengan Menteri Keuangan, maupun (pihak) Perbankan, “ujar Anggito.

Memang Kementerian Agama sendiri menginginkan bahwa dana dari jamaah itu harus mempunyai nilai manfaat yang berada di atas nilai sukuk yang ada sekarang. “Makanya kita mau cari proyek-proyek infrastruktur atau apa terserah. Tapi kita kan tidak menaruh ke proyek, justru ke pemerintah yang punya nilai manfaat,” tutur Anggito.

Saat ini, dana yang dikelola Kementerian Agama yaitu Rp 44 triliun, dan Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI) sebesar Rp 35 triliun dari jumlah tersebut. Dana ini nantinya akan didiversifikasi ke bank syariah juga, setelah sekarang baru hanya di bank umum non syariah saja. “Tapi jumlah itu akan naik terus, makanya sekarang kita saya buktikan dulu dengan SDHI,” papar Anggito. **ria