ESDM Diminta Keluarkan Roadmap Energi Terbarukan

NERACA

Jakarta—Pelaku usaha meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mendukung penuh pada swasta dalam dan luar negeri yang bergerak di sector energy terbarukan. “Karena itu pemerintah diminta segera mengeluarkan roadmap komprehensif pengembangan solar energy plant di Indonesia,” kata Direktur Utama Basel Investindo Edwin Suekowati usai menandatangani sebuah nota kesepahaman (MoU) ditandatangani oleh PT.Basel investindo dengan perusahaan semikonduktor dari Taiwan, Panjit International di Jakarta.

Edwin menyarankan agar pemerintah juga mesti mensosialisasi kepada masyarakat bahwa solar power bisa digunakan sebagai alternatif penting sumber energi listrik. Sebab adalah kenyataan bahwa masih banyak warga Indonesia yang belum merasakan listrik secara merata. "Rakyat seperti itu bukan karena tak bisa beli energi atau listrik, tapi karena tak disediakan oleh negara," tandasnya

Penandatanganan kerjasama itu dilakukan di Jakarta, Kamis (19/7) malam, oleh Direktur Utama Basel Investindo Edwin Suekowati dan CEO Panjit Group, Jason Fang. Kedua perusahaan itu menjadi peserta Renewable Energy and Energy Conservation Conference & Exhibition (EBTKE) 2012.

Even itu didukung Kementerian ESDM dalam rangka menarik minat investor dalam negeri maupun asing untuk berpartisipasi dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. "Perjanjian ini adalah kerjasama untuk pembangunan solar power plant, sebagai tindak lanjut pidato Menteri ESDM bahwa Pemerintah akan mengejar penyediaan energi terbarukan demi memenuhi kebutuhan energi Indonesia," tambahnya

Dengan bergabungnya Panjit, kata Edwin lagi, maka sudah ada 4 perusahaan yang menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan solar power plant di Indonesia. Yakni Sharp Jepang, Samsung Korea Selatan, Shanghai Aeronautics dari Cina, dan Panjit International dari Taiwan. Basel Investindo sendiri sudah menandatangani perjanjian kemitraan dengan Shanghai Aeronautics dan Panjit International..

Sementara itu, CEO Panjit Group, Jason Fang, menyatakan pihaknya sangat tertarik untuk berinvestasi di Indonesia dalam pengembangan solar energi power. "Kami membutuhkan local counterpart yang akan membantu kami masuk ke Pasar di Indonesia. Dan dengan penandatanganan ini kami memastikan Basel Investindo adalah partner kami di Indonesia," kata Jason.

Dia mengaku pihaknya akan menggunakan seluruh pengalaman dan kemampuan yang ada demi kelanjutan proyek di Indonesia. "Kami punya pengalaman di Eropa, kami tahu bagaimana membangun, memonitor, hingga melakukan perawatan peralatan terkait solar energy," tuturnya.

Jason melanjutkan pihaknya akan mengandalkan hubungan bisnis dengan Basel Investindo serta bersedia mengikuti segala persyaratan yang diwajibkan Pemerintah Indonesia demi bisa turut membangun solar energy power di Indonesia. **cahyo

BERITA TERKAIT

Perusahaan Di Kawasan Industri Diminta Manfaatkan Tarif Premium Services PLN

    NERACA   Jakarta - Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar menyatakan harapannya agar perusahaan-perusahaan yang berada…

ESDM : 64% Produksi Gas untuk Dalam Negeri

    NERACA   Jakarta - Pemerintah telah mengalokasikan 64 persen produksi gas untuk dalam negeri. Dengan alokasi ini diharapkan…

Laba Bersih Medco Energi Tumbuh 29,68%

NERACA Jakarta - Kuartal pertama 2019, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). membukukan pertumbuhan laba bersih US$ 28,05 juta atau…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan, Perhitungan Investasi Migas Dirombak

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan dua kebijakan, yakni di antaranya merombak mekanisme perhitungan investasi eksplorasi migas PT.…

Kemenkes Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan di Jalur Mudik

    NERACA   Jakarta - Kementerian Kesehatan menyiapkan 6.047 fasilitas layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik 2019 untuk memastikan…

Menko Darmin Pastikan Kondisi Ekonomi Aman

  NERACA   Jakarta – Sepanjang selasa hingga rabu kemarin, situasi keamanan di kota Jakarta belum kondusif. Namun begitu, Menteri…