Kebijakan OJK Harus Sinergikan Perbankan Nasional

NERACA

Jakarta - Industri perbankan meminta agar lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa mengeluarkan kebijakan yang saling bersinergi dan membawa angin segar untuk industi perbankan. "Jadi saya berharap dengan adanya pelantikan hari ini sistem keuangan di Indonesia dan financial sector menjadi terintegrasi, sehingga kebijakannya menjadi keterkaitan. Tentu setelah dia berfungsi dengan baik," kata Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Iqbal Latanro di Jakarta.

Lebih jauh Iqbal berharap, nantinya OJK bisa secara berkala mengajak diskusi pelaku industi keuangan khusus perbankan sehingga bisa mengeluarkan kebijakan yang membawa industri perbankan tumbuh dengan baik dan sehat. "Tentu setelah dia berfungsi dengan baik, kita bisa melihat hasil tentu untuk bisa melihat itu harus ada komunikasi intensif dengan pelaku industri dan OJK," tambahnya

Menyinggung soal adanya iuran OJK, Iqbal mengaku sebagai salah satu pelaku industri perbankan siap mengikuti kebijakan tersebut asalkan tugas dan fungsi OJK bisa membawa hal yang positif untuk industri perbankan tanah air. "Kalau memang itu menjadi kebijakan pasti itu berdampak terhadap overhead, saya tidak terlalu mempermasalahkan itu yang penting fungsinya berjalan," imbuhnya

Sementara itu, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Kornelius Simanjuntak juga mengharapkan dengan terbentuknya OJK, pengawasan dan kinerja industri perasuransian nasional akan menjadi lebih baik. "Diharapkan dengan lembaga baru akan tercipta sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya sehingga asuransi bisa tumbuh lebih besar dan lebih cepat ke depan," ujarnya.

Demikian pula Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengharapkan Otoritas Jasa Keuangan dapat menjaga stabilitas dalam melakukan fungsi pengawasan lembaga keuangan di tengah-tengah ketidakpastian perekonomian global. "Kita sama-sama memahami tantangan di dunia cukup besar, karena ekonomi dunia sedang tidak bagus. Di Eropa juga banyak yang perlu diperhatikan khususnya perbankannya. Jadi kami melihat ini tantangan utama DK OJK," ujarnya

Selain itu, Menkeu juga menginginkan OJK sebagai lembaga pengawas industri keuangan yang baru dapat membangun institusi serta kapasitas yang memadai agar mampu melakukan tugas dan fungsinya secara maksimal. "Tantangan utama lain adalah membangun intitusi. Namun institusi itu bukan hanya secara fisik saja, tetapi disertai dengan seluruh kapasitasnya dan tetap menjaga stabilitas keuangannya," ujarnya.

Menkeu mengatakan dalam waktu dekat akan dibentuk tim gabungan antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia untuk mempersiapkan OJK sebelum melaksanakan tugas pengawasan pasar modal dan lembaga keuangan non bank secara efektif pada 2013. "Tim gabungan ini juga dibantu sama konsultan internasional yang dikenal mempunyai kapasitas yang baik. Jadi kita melihat pekerjaan dari tim gabungan cukup banyak yang diselesaikan. Nanti saya akan sampaikan progressnya sampai terakhir," pungkasnya. **bari

Related posts