Asuransi Syariah Naikkan Promosi - Momentum Ramadan

NERACA

Jakarta—Perusahaan Industri asuransi memandang Ramadan sebagai salah satu momentum guna meningkatkan promosi asuransi syariah. "Syariah memang dipakai buat sarana promosi, segmen ditujukan jelas, momennya tepat," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Julian Noor di Jakarta,

Lebih jauh Julian menambahkan sistem asuransi konvensional justru hanya dipakai selagi orang mudik yang membutuhkan perlindungan kendaraan bermotor, kecelakaan diri, perlindungan, dan lain-lain. "Di tengah Ramadhan biasanya konvensional," paparnya

Julian mengatakan, keunggulan asuransi syariah adalah kehalalan, mudah diambil, dan juga dapat dimanfaatkan momennya. "Bukan hanya asuransi saja, tetapi industri keuangan syariah mempunyai trend yang sama. Pertumbuhan umumnya naik," jelasnya

Dikatakan Julian, kenaikan asuransi drastis terjadi saat Lebaran khususnya klaim asuransi sepeda motor.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) M Shaifie mengakui pemberlakuan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menjadi tantangan bagi perusahaan asuransi yang tidak mendapatkan jatah dalam penyelenggaraan asuransi kesehatan. "Di dalam UU BPJS I sepakat menyelenggarakan asuransi kesehatan, di sini memang BPJS yang mengkover, tetapi masyarakat membutuhkan kover tambahan. Ini menjadi tantangan yang unik bagi perusahaan asuransi lainnya," terangnya

Lebih lanjut Syaifie mengungkapkan, sejauh ini sejumlah perusahaan asuransi tengah mencermati perkembangan yang terjadi pada BPJS. Terkait dengan pelaksanaan BPJS I pada 1 Januari 2014. "BPJS akan masuk ke asuransi kesehatan, sehingga perusahaan-perusahaan akan mengambil porsi yang masih tersedia," jelasnya.

Menurut Syaifie, perusahaan asuransi harus memulai untuk melakukan kolaborasi dengan BPJS I untuk mengambil porsi layanan asuransi yang masih dibutuhkan masyarakat. "Perusahaan asuransi yang menyelenggarakan jaminan sosial juga harus segera melakukan antisipasi," imbuhnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

BTPN Syariah Bakal Lepas Saham 10% - Gelar IPO di Kuartal Tiga 2018

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT BTPN Syariah dalam waktu bakal melakukan penawaran saham perdana alias…

Bank Panin Tambah Porsi Saham Jadi 42,54% - Rights Issue Panin Dubai Syariah

NERACA Jakarta - Jelang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue, PT Bank Panin…

Pemerintah Siapkan Dua Opsi Skema Bayar Asuransi BMN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah berencana untuk mengasuransikan Barang Milik Negara (BMN) yang diharapkan terealisasi tahun depan.…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…