BEI Yakin Laba Emiten Tumbuh 20% Tahun ini

Senin, 23/07/2012

NERACA

Jakarta – Memasuki semester kedua tahun ini, industri pasar modal tengah diramaikan laporan keuangan emiten dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimis laba bersih emiten di pasar modal Indonesia akan tumbuh lebih dari 20% hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, laba emiten ditahun ini diharapkan bisa tumbuh 20%, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini, “Kami tetap perkirakan laba emiten BEI akan tumbuh diatas 20%,"ungkapnya di Jakart akhir pekan kemarin.

Dia mengemukakan, pada akhir 2011, BEI mencatat total laba seluruh emiten mencapai Rp236 triliun atau tumbuh 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara hingga akhir semester pertama tahun ini, sebagian besar kinerja laporan keuangan emiten menunjukan hasil yang cukup positif.

Menurutnya, hampir semua emiten mengalami pertumbuhan laba yang baik. Kecuali perusahaan sektor tambang yang kinerja keuangannya melemah. Asal tahu saja, dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2012, BEI menggunakan asumsi indikator ekonomi yang meliputi pertumbuhan ekonomi 6,50%, laju inflasi 6,00-7,00%, Suku Bunga SBI 1 bulan 6,75-7,25%, Suku Bunga Deposito Rupiah 7,25%, Kurs Rupiah Rp8.800 per dolar AS dan imbal hasil investasi jangka pendek 13%.

Sedangkan, rata-rata nilai transaksi harian saham selama tahun 2012 diperkirakan mencapai Rp5,80 triliun dengan jumlah hari bursa sebanyak 246 hari. BEI juga menargetkan 25 emiten saham baru (Initial Public Offering atau IPO), 50 emiten pencatatan tambahan (right issue dan saham bonus), 42 emisi obligasi korporasi, dan 46 emisi obligasi negara.

Secara terpisah, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen menambahkan, pada semester kedua tahun ini diperkirakan sebanyak dua perusahaan akan mencatatkan sahamnya atau melaksanakan penawaran umum saham perdana (IPO) pada September 2012."Kedua calon emiten itu PT Provident Agro dan PT Pelayaran Nelly Dwi Putri. Mereka menggunakan buku keuangan Maret, hingga perkiraan 'listing' September," ujar dia.

Kata Hoesen, PT Provident Agro telah menunjuk PT Lautandhana Securindo sebagai penjamin pelaksana emisi. Sedangkan PT Pelayaran Nelly Dwi Putra mempercayakan PT Indo Premier Securities sebagai underwriter. (bani)