BEI Yakin Laba Emiten Tumbuh 20% Tahun ini

NERACA

Jakarta – Memasuki semester kedua tahun ini, industri pasar modal tengah diramaikan laporan keuangan emiten dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimis laba bersih emiten di pasar modal Indonesia akan tumbuh lebih dari 20% hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, laba emiten ditahun ini diharapkan bisa tumbuh 20%, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini, “Kami tetap perkirakan laba emiten BEI akan tumbuh diatas 20%,"ungkapnya di Jakart akhir pekan kemarin.

Dia mengemukakan, pada akhir 2011, BEI mencatat total laba seluruh emiten mencapai Rp236 triliun atau tumbuh 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara hingga akhir semester pertama tahun ini, sebagian besar kinerja laporan keuangan emiten menunjukan hasil yang cukup positif.

Menurutnya, hampir semua emiten mengalami pertumbuhan laba yang baik. Kecuali perusahaan sektor tambang yang kinerja keuangannya melemah. Asal tahu saja, dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2012, BEI menggunakan asumsi indikator ekonomi yang meliputi pertumbuhan ekonomi 6,50%, laju inflasi 6,00-7,00%, Suku Bunga SBI 1 bulan 6,75-7,25%, Suku Bunga Deposito Rupiah 7,25%, Kurs Rupiah Rp8.800 per dolar AS dan imbal hasil investasi jangka pendek 13%.

Sedangkan, rata-rata nilai transaksi harian saham selama tahun 2012 diperkirakan mencapai Rp5,80 triliun dengan jumlah hari bursa sebanyak 246 hari. BEI juga menargetkan 25 emiten saham baru (Initial Public Offering atau IPO), 50 emiten pencatatan tambahan (right issue dan saham bonus), 42 emisi obligasi korporasi, dan 46 emisi obligasi negara.

Secara terpisah, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen menambahkan, pada semester kedua tahun ini diperkirakan sebanyak dua perusahaan akan mencatatkan sahamnya atau melaksanakan penawaran umum saham perdana (IPO) pada September 2012."Kedua calon emiten itu PT Provident Agro dan PT Pelayaran Nelly Dwi Putri. Mereka menggunakan buku keuangan Maret, hingga perkiraan 'listing' September," ujar dia.

Kata Hoesen, PT Provident Agro telah menunjuk PT Lautandhana Securindo sebagai penjamin pelaksana emisi. Sedangkan PT Pelayaran Nelly Dwi Putra mempercayakan PT Indo Premier Securities sebagai underwriter. (bani)

BERITA TERKAIT

Ekspor Tumbuh 12 Persen, Industri Minol RI Rambah Pasar Amerika - Niaga Internasional

NERACA Jakarta – Industri minuman beralkohol (minol) berupaya memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Selain mampu menyumbang cukai yang cukup…

Pendapatan SLJ Global Tumbuh 38,4%

Di semester pertama 2018, pendapatan PT SLJ Global Tbk (SULI) tumbuh 38,4% menjadi sebesar US$ 44,04 juta dibanding priode yang…

Lagi, BEI Gelar Investor Summit di 8 Kota - Pacu Pertumbuhan Investor Lokal

NERACA Jakarta – Membidik pertumbuhan investor lokal dan ritel lebih besar lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Kliring…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Adi Sarana Armada Beli 2.900 Armada Baru

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus melakukan peremajaan armada. Dimana…

Pabrik Baru di Sumatera Selatan - Arwana Komersialkan Paruh Kedua di 2019

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kapasitas produksi, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mulai menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik baru perseroan…