Kofax Tawarkan Perangkat Lunak Pengolah Data - Permudah Proses Bisnis

NERACA

Jakarta – Transaksi bisnis yang semakin pesat membutuhkan layanan jasa yang cepat dan terpercaya dalam mengolah dan menyampaikan informasi atau data penting dalam transaksi tersebut kepada pihak-pihak terkait. Layanan jasa dalam mengolah data dalam dokumen transaksi itu adalah yang ditawarkan oleh salah satu perusahaan Amerika Serikat, Kofax Plc.

Kofax Plc adalah penyedia layanan jasa perangkat lunak terdepan dalam solusi manajemen bisnis proses, khususnya di bidang konversi data dan gambar (document capture). Perangkat lunak yang dikembangkan Kofax adalah untuk pengambilan gambar, transformasi data, melalui konversi segala jenis dokumen dan formulir menjadi sebuah informasi yang akurat, mudah dalam pencarian, dan dapat diintegrasikan dengan sistem basis data perusahaan.

“Indonesia adalah negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Kita melihat pertumbuhan (ekonomi) yang cukup signifikan di sini, termasuk dalam bidang retail, proses consumer banking, dan financial services,” kata Owen Taraniuk, Senior Vice President – Asia Pasific Regional Kofax Plc, ketika ditemui wartawan dalam konferensi pers usai peluncuran Kofax Mobile Capture Image, di Jakarta, pekan lalu.

Di Indonesia, Kofax bekerja sama dengan PT Bintang Utama Perdana yang nantinya mereka akan bersama-sama menggarap pasar perangkat lunak di industri jasa keuangan, seperti perbankan dan asuransi. “Beberapa instansi pemerintah sudah memakai jasa kami yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kali ini kami akan fokus di industri perbankan dan asuransi,” ujarnya.

Owen menambahkan bahwa investasinya itu menyesuaikan dengan besar perusahaan kliennya. ”Investasinya tergantung dari besar perusahaannya. Itu murah kalau hanya di level departemen, kalau level nasional atau global pasti lebih mahal. Dalam penerapannya pemakaian (perangkat lunak ini) bisa diterapkan di satu lantai di sebuah bank atau kantor,” tuturnya.

Jadi solusi bisnis dari Kofax ini memberikan pengembalian investasi yang cepat untuk begitu banyak pelanggannya di bidang perbankan, asuransi, pemerintahan, outsourcing proses bisnis, dan sebagainya. Pada tahun ini Kofax, di Indonesia, akan fokus di sektor pemerintahan, publik, finansial (banking), dan industri komersial.

Secara khusus, Kofax meluncurkan produk mobile capture image. ”Produk ini sudah diluncurkan, dan sudah ada di Apple Store dan Google Android, dan sekarang sudah banyak digunakan perusahaan di seluruh dunia. Ini akan meng-capture dokumen setelah seseorang selesai mengisinya, jadi tidak perlu di-scan, dan dapat langsung dikirim melalui hp atau android,” katanya.

Sebagai informasi, Kofax mengantarkan layanan jasanya melalui jaringan internasional yang terdiri atas 800 partner terpercaya di lebih dari 70 negara yang tersebar di Amerika, Eropa, dan Asia Pasifik. Perusahaan-perusahaan global besar yang sudah jadi pelanggannya antara lain adalah Aviva, Allianz, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, JP Morgan, HSBC, Citibank, dan AXA.

BERITA TERKAIT

Sriwahana Ekspansi di Bisnis Paper Mill - Hadapi Kendala Bahan Baku

NERACA Jakarta – Mensiasati kendala keterbatasan bahan baru produksi, khususnya kertas sebagai bisnisnya. PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) bakal melakukan…

Forza Land Hanya Fokus Proyek Eksisting - Jaga Pertumbuhan Bisnis

NERACA Jakarta – Memasuki tahun politik, PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ), emiten yang bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa…

Merck Kantungi Dana Segar Rp 1,384 Triliun - Lepas Bisnis Consumer Health

NERACA Jakarta – Emiten farmasi, PT Merck Tbk (MERK) berencana menjual lini usaha consumer health kepada PT Procter & Gamble…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Laporan Keuangan - Satu Dekade, Kemenperin Raih Opini WTP Berturut

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

Dukung Industri 4.0 - Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…