Perbankan Diminta Bantu Modal Koperasi Syariah

NERACA

Bandung—Pemerintah minta perbankan syariah untuk menyalurkan permodalan kepada koperasi syariah berbasis masjid. Alasannya, saat ini permodalan masih menjadi tantangan besar bagi perkembangan koperasi karena pemupukan modal koperasi tergolong lambat. "Ini harus dicarikan solusinya," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa di Bandung,22/7

Hatta mengimbau koperasi syariah segera membangun jaringan dengan perbankan syariah dan sebaliknya perbankan syariah pun diminta untuk tidak ragu menyalurkan permodalan kepada koperasi syariah. "Saya minta nanti kepada perbankan syariah untuk menyalurkan permodalannya," tambahnya

Menurut Hatta, terdapat beberapa sumber yang bisa dijadikan permodalan untuk koperasi syariah di antaranya adalah infaq, zakat, dan sedekah selain iuran anggota, yang bisa disalurkan kepada anggota koperasi.

Selain itu, lanjut dia, permodalan koperasi syariah juga bisa dikumpulkan dari sistem bagi hasil unit-unit usaha koperasi yang berhubungan dengan bank. "Unit-unit usaha harus dikembangkan sehingga bisa membangun jaringan untuk membantu masyarakat dan anggotanya," ujarnya

Lebih jauh Hatta, menyoroti sumber daya manusia yang harus terus mendapat pelatihan agar menjadi pengurus koperasi yang mumpuni serta mau bekerja penuh waktu. "Harus ada pengurus-pengurusnya yang 'full time' mengurusi itu, jangan sambilan," jelasnya

Namun Hatta optimistis perkembangan koperasi syariah bisa menjadi salah satu alternatif untuk memajukan perekonomian masyarakat karena koperasi berbasis masjid bisa lebih mudah menyeleksi para anggotanya yang berasal dari jamaah masjid. "Jadi semacam ada satu sistem yang bisa cek ini orangnya amanah atau tidak sehingga uangnya tidak hilang begitu saja. Ini jaringan yang berbasis masjid Insya Allah adalah orang-orang yang diketahui jamaahnya," tuturnya.

Menurut Hatta, pemerintah tidak menargetkan jumlah pertumbuhan anggota dan permodalan koperasi syariah yang baru dicanangkan tersebut. Karena itu, Ia menyerahkan sepenuhnya pengelolaan koperasi syariah di bawah pembinaan Majelis Ulama Indonesia (MUI). **cahyo

Related posts