Kecewa Debt Collector HSBC

Pada 1 April 2011 saya menerima SMS pemberitahuan pembayaran minimum untuk Kartu Kredit HSBC Mastercard saya sudah terlambat untuk pembayaran bulan Maret dan saya harus membayar Rp. 529.356,-

Saya terlambat bayar karena memang kesibukan saya dan kebetulan ATM yang biasa saya gunakan untuk membayar tagihan agak jarang. Akhirnya saya putuskan untuk membayar melalui ATM BCA. Pembayaran saya lakukan sebesar Rp. 530.000,- malam itu juga dari ATM di kawasan Central Park.

Hari ini saya ditelpon oleh orang HSBC, yang karena emosi saya lupa namanya, menanyakan tagihan yang belum saya bayar. Saya sedikit bingung karena hari Jumat kemarin saya sudah melakukan pembayaran dan saya berusaha menjelaskan hal ini kepada petugas yang menghubungi saya.

Tetapi dengan nada yang memerintah seakan-akan saya habis mencuri uang dari HSBC, orang tersebut mengharuskan saya membayar sebesar Rp. 440.000,- secepatnya! Pertanyaan saya:

1. Apakah HSBC yang dipandangan saya adalah bank yang bertaraf dunia tidak pernah melatih bagian penagihannya untuk melayani nasabah dengan lebih baik?

2. Bagaimana sebetulnya dengan sistem penagihan dari HSBC? Hari Jumat saya di SMS, hari Jumat saya bayar, hari Senin saya dihubungi untuk dimarah-marahi oleh bagian penagihan. Saya sudah bayar sesuai peringatan melalui SMS yang dikirim oleh pihak HSBC, kalaupun pembayaran saya belum masuk, apakah itu 100% salah saya?

Sekedar usul dari saya, sebaiknya pengiriman SMS memperhitungkan waktu transaksi antar bank agar tidak dianggap menjebak! Atau HSBC belum menggunakan jasa komputer untuk mengurus hal-hal seperti ini?

3. Bagian pelayanan membuka percakapan dengan cepat, tanpa memberikan saya kesempatan untuk menjelaskan, dan menutup dengan pernyataan apabila saya tidak menyanggupi untuk membayar segera maka bagian kolektor yang akan menagih. Sungguh gaya bicara kampungan karyawan dari bank yang mengaku bertaraf dunia!

Saya biasanya tidak rewel, tetapi kejadian dengan HSBC ini sudah sering terjadi dan hari ini betul-betul sudah sangat mengganggu saya.

Mason, Jakarta Utara

Related posts