Penjualan Elektronik Diperkirakan Naik 6,1% - Sepanjang Juli 2012

NERACA

Jakarta – Penjualan produk elektronik sepanjang Juli 2012 diperkirakan naik sebesar 6,1% dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data Federasi Gabungan Elektronik (Gabel), produk televisi menjadi kontributor terbesar omzet produk elektronik bulan lalu dengan nilai Rp1,08 triliun atau 45,5% dari total omzet bulan itu.

Wakil Sekretaris Jenderal Gabel, Yeane Keet mengungkapkan, pertumbuhan penjualan televisi mencapai 9% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.Kondisi tersebut ditopang oleh momen turnamen sepak bola Piala Eropa 2012 yang diselenggarakan di Polandia dan Ukraina, pada awal Juni hingga awal Juli lalu. Produk kulkas mencatatkan penjualan sebesar Rp590,2 miliar atau 24,7% dari total omzet. Dengan demikian, produk itu menjadi kontributor kedua setelah produk televisi.

Adapun kontributor penjualan terbesar ketiga adalah pendingin ruangan dengan nilai penjualan sebesar Rp387,4 miliar atau berkontribusi 16,2% dari total omzet. “Penjualan kulkas dan pendingin ruangan semakin tumbuh karena didorong oleh persiapan masyarakat untuk menghadapi momen Ramadan dan Lebaran,” katanya, akhir pekan lalu.

Meskipun demikian, ada dua produk elektronik yang mengalami penurunan penjualan di tengah pertumbuhan penjualan secara keseluruhan, yakni produk pemutar cakram dan audio. Nilai penjualan produk audio mencapai Rp14,02 miliar pada Juni lalu atau anjlok 13% dibandingkan dengan Mei 2012 sebesar Rp16,1 miliar. Adapun omzet pemutar cakram mencapai Rp69,3 miliar pada Juni 2012 atau turun 3% dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar Rp71,2 miliar.

Hal senada juga diungkapkan, Ketua Electronics Marketers Club, AG Rudyanto bilang, secara umum penjualan produk elektronik bisa berjalan mulus lima bulan terakhir. Hal itu didukung kenaikan permintaan yang terdongkrak oleh moment Piala Eropa sampai dan waktu jelang Ramadan.

Rudyanto memperkirakan, pertumbuhan penjualan elektronik semester 1 ini masih akan tumbuh sampai 20% dari tahun lalu. "Diperkirakan pertumbuhan semester I pada kisaran 20%," kata Rudyanto.

Produk televisi menjadi kontributor utama penjualan produk elektronik sampai bulan Mei tahun ini. Dengan porsi penjualan 46%, omzet yang di dapat dari televisi pada periode Januari sampai mencapai Rp 4,75 triliun. "Televisi masih jadi produk dengan kontribusi penjualan paling besar dalam lima bulan ini," kata dia.

Dijelaskan Rudyanto, promosi televisi baik di media massa maupun luar ruangan mulai marak sejak bulan Mei lalu. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan Piala Eropa pada bulan Juni. Sehingga konsumen mulai menyiapkan belanja televisi sebelum pertandingan sepakbola Eropa itu disiarkan.

Sementara itu, penjualan lemari es menjadi penyumbang terbesar kedua dari total penjualan produk elektronik. Tercatat penjualan lemari es sampai Mei tahun mencapai Rp2,33 triliun. Dengan begitu, lemari es memberikan kontribusi 22,4% terhadap total penjualan elektronik pada periode tersebut.

Untuk produk AC, berhasil mencatatkan nilai penjualan sebesar Rp 1,6 triliun selama lima bulan terakhir. Pendingin udara ini menyumbang 15,5% dari total nilai penjualan elektronik selama periode tersebut.

BERITA TERKAIT

Laba Bersih Bayan Resources Naik 56,48%

NERACA Jakarta — Sepanjang tahun 2018, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membukukan pertumbuhan laba bersih 56,48%. Dalam siaran persnya di…

Jokowi Naik Sepeda Onthel, Jogja Gegap Gempita

Jokowi Naik Sepeda Onthel, Jogja Gegap Gempita NERACA Yogyakarta - Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara…

Penjualan Mitsubishi Xpander Tembus 100.000 Unit Dalam 18 Bulan

Penjualan Mitsubishi Xpander telah menembus angka 100.000 unit dalam 18 bulan, sejak diluncurkan pada Agustus 2017 hingga awal Maret 2019.…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Pemerintah Didesak Berikan Kemudahan Bagi Pengusaha Muda

NERACA Jakarta – Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) mendesak pemerintah untuk memberi kemudahan bagi pengusaha muda…

KKP Gelar Tujuh Langkah Pencegahan Penyakit AHPND Udang

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan tujuh langkah upaya pencegahan penyakit "acute hepatopancreatic necrosis disease" (AHPND) yang…

Program Santripreneur - Pemerintah Dorong Lulusan Pesantren Bisa Jadi Wirausaha Andal

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya menumbuhkan wirausaha di Tanah Air, salah satunya melalui program ‘Santripreneur’. Program ini untuk…