Kelas Menengah Punya Potensi Hancurkan Birokrasi

NERACA

Jakarta---Pemerintah mengingatkan birokrasi di Indonesia agar menyiapkan diri menghadapi kelas menengah. Karena mereka punya potensi menghancurkan. "Kalau tak cepat-cepat merespons, akan ditinggalkan atau bahkan dihancurkan oleh kelas menengah," kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan di Jakarta,19/7

Menurut Dahlan, kelas menengah itu bercirikan tuntutan untuk serba cepat, tidak mau lagi menderita dan bersuara vokal sehingga memiliki kekuatan menekan (pressure) lebih besar.

Terkait itu, Dahlan Iskan menilai kondisi birokrasi di Indonesia tidak lagi cocok dengan perkembangan kelas menengah yang memiliki tuntutan-tuntutan demikian. "Birokrasi masih lambat, kelas menengahnya ingin lebih cepat. Pilihannya, kelas menengah ikut birokrasi, atau birokrasi ikut kelas menangah," ujarnya

Jika kelas menengah mengikuti birokrasi, kata Dahlan, maka mereka jangan naik pesawat, jangan punya mobil, jangan punya handphone dan jangan pakai internet. Tapi situasinya sudah tidak seperti itu, masyarakat punya keinginan-keinginan seperti itu, maka yang berubah harus birokrasinya. "Pilihannya satu, birokrasinya harus berubah. Kalau birokrasi tak bisa meresponsnya, maka Indonesia akan gagal menjadi negara modern," jelasnya

Sebuah studi penelitian dan pengembangan oleh salah satu media massa dan dipublikasikan Kamis (19/7) menyebutkan Indonesia dewasa ini sudah dikuasai kelas menengah yang jumlahnya mencapai 50,3%. Sedangkan sisanya yakni banyak ditemukan kelas menengah bawah yang mencapai 39,6%. Kelas menengah atas hanya 3,6%, kelas atas satu persen dan kelas bawah atau kelas yang betul-betul miskin mencapai 5,6%.

Kelas menengah disebutkan sebagai strata sosial dengan anggota terbesar saat ini yang terbentuk oleh mobilitas ke atas yang cukup besar, yakni berupa naiknya status sosial sejumlah orang yang tadinya berasal dari kelas bawah menjadi kelas menengah.

Komposisinya dilengkapi turunnya sejumlah orang dari kalangan kelas atas dan kelas menengah atas ke kelompok menengah. Kelas menengah yang secara sosial ekonomi belum cukup kuat, bercirikan rata-rata pendidikan SMA berpenghasilan berkisar Rp1,9 juta dan pengeluaran Rp750.000 sampai Rp 1,9 juta per bulan.

Kelas menengah ini juga dicirikan oleh luasnya variasi pekerjaan, mulai dari wirausaha perseorangan, pegawai swasta setingkat supervisor dan karyawan biasa, serta mereka yang memilih profesi sebagai ibu rumah tangga, palajar/mahasiswa, dan pensiunan.

Kelas menengah juga bercirikan kaum mulai melek teknologi dibandingkan dengan kelas bawah. Mereka memiliki waktu luang lebih banyak dibandingkan dengan kelas menengah atas. Rata-rata pencari nafkah dari kelas ini bekerja delapan jam per hari, kelas menengah atas bekerja 10 jam sehari.

Meskipun memiliki kecenderungan mengejar materi demi mempertahankan identitas kelasnya, sesungguhnya kelas menengah lebih menampakkan gambaran psikologis tipe orang yang percaya, memiliki kepercayaan tebal pada tradisi dan nilai-nilai keluarga, agama, masyarakat, serta kehidupan bernegara.

Dari sisi pandangan politik, kelas menengah dan menengah atas cenderung konservatif, menghargai otoritas dan "status quo" terhadap permasalahan bangsa, kritis menilai baik atau buruknya keadaan, tetapi belum tergerak untuk mengorganisasi diri untuk mengubahnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

BIROKRASI KURANG RAMAH HAMBAT INVESTASI - Istana Tak Terobsesi Kejar Pertumbuhan Tinggi

Jakarta-Istana Kepresidenan menyatakan pemerintah tak terobsesi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi selangit di tengah situasi ekonomi global yang sedang melambat seperti…

Bidik Segmen Kelas Bawah - IPTV Akuisisi 60% Saham K-Vision

NERACA Jakarta - Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) langsung genjot ekspansi bisnis…

Ini Strategi Perkuat Potensi Ekspor Hortikultura

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat potensi ekspor produk hortikultura dengan membuat simpul-simpul pergudangan berskala besar di sejumlah…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Sentry Safe Hadirkan Brankas dengan Proteksi terhadap Kebakaran dan Banjir

  NERACA Jakarta – Brankas biasanya digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen penting ataupun barang-barang berharga. Oleh karena itu Sentry Safe mengeluarkan…

SKK Migas Inginkan Penyebaran Informasi Kontribusi Hulu Migas Di Daerah

NERACA Balikpapan - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama…

Sky Energy Luncurkan Produk Teringan di Dunia - Pembangkit Tenaga Surya

      NERACA   Jakarta - Kebutuhan akan listrik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Pada 2019, kebutuhan listrik dunia…