Indosiar dan SCTV Akan Stock Split Saham - Tingkatkan Likuiditas

NERACA

Jakarta - Dua anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), yaitu PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDKM) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berniat melakukan stock split alias pecah saham.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/7). Disebutkan, rasio pecah saham yang akan dilakukan keduanya yaitu 1:5. Sehingga harga sahamnya nanti akan jadi lima kali lebih kecil dari harga sekarang.

Rencananya, pemecahan saham ini akan terlaksana setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham. Maka dari itu, dua emiten itu akan membawa rencana ini untuk dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPLSB) perseroan yang akan dilakukan sekitar bulan Agustus/September 2012 mendatang.

Jika memakai asumsi harga saham IDKM dan SCMA kemarin, yaitu Rp 5.800 dan Rp 10.700, maka harga sahamnya nanti setelah stock split menjadi Rp 1.160 per lembar dan Rp 2.140 per lembar. Asal tahu saja, PT Indosiar Karya Media Tbk menargetkan dapat membukukan pendapatan sebesar Rp 1,35 triliun hingga akhir tahun ini. Target ini meningkat 57,7% dibandingkan realisasi pendapatan pada 2011 sebesar Rp 856,48 miliar.

Direktur Utama Indosiar, Lie Halim pernah mengatakan peningkatan pendapatan itu seiring dengan meningkatnya performa perseroan setiap tahunnya. Tahun lalu pendapatan 2011 naik 14,3% dibandingkan pendapatan pada tahun sebelumnya.

Namun beban program dan penyiaran malah meningkat dua kali lipat dari sebelumnya sebesar Rp 398,4 miliar menjadi Rp 621,7 miliar. Hal ini menggerus laba usaha perseroan yang semula Rp 129,27 miliar menjadi hanya Rp 56,3 miliar. Tingginya biaya finansial dan beban pajak membuat perusahaan malah memperoleh rugi bersih sepanjang 2011 sebesar Rp 96,9 miliar. Padahal di 2010 perseroan masih mendapatkan untung sebesar Rp 8,3 miliar.

Di tahun ini perseroan ditargetkan dapat memperoleh untung. Apalagi melihat kinerja di kuartal pertama 2012 menunjukkan perbaikan yang signifikan. Pada kuartal pertama 2012 perseroan mampu meningkatkan pendapatan menjadi Rp 225,8 miliar atau naik 31% dari sebelumnya Rp 171,8 miliar. Perseroan juga mengantongi laba bersih sebesar Rp 51,9 miliar.

Sementara SCTV pada 2011 membukukan laba bersih sebesar Rp 913 miliar, meningkat 72% dibandingkan perolehan di tahun sebelumnya sebesar Rp 530 miliar. Peningkatan laba bersih dipicu oleh bertumbuhnya pendapatan perusahaan di tahun lalu dari Rp 1,99 triliun menjadi Rp 2,97 triliun. Arus kas perusahaan juga meningkat menjadi sebesar Rp 928 miliar atau 35% dibandingkan kas sebelumnya sebesar Rp 689 miliar. (didi)

BERITA TERKAIT

Ikatan Pemulung Akan Adukan Perda Larangan Plastik ke DPR

Ikatan Pemulung Akan Adukan Perda Larangan Plastik ke DPR NERACA Jakarta - Peraturan Daerah (Perda) larangan penggunaan kemasan plastik, menuai…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…