Bantah Pailit, Dayaindo Gugat Perusaaan Swiss

NERACA

Jakarta – Membantah dikabarkan pailit, PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) langsung menggugat pembatalan atas permohonan pailit yang dilayangkan perusahaan asal Swiss, Suek AG.

Direktur Dayaindo Resources Internasional, Firmus Marcellius mengatakan, pihak kedua sebagai tergugat Suek AG menunjukkan itikad tidak baik dengan absent dalam persidangan pertama, “Pihak Suek AG maupun kuasa hukumnya di Indonesia tidak menunjukan itikad baik dengan tidak menghadiri persidangan pertama untuk memeriksa gugatan tersebut pada 14 Juni 2012 yang lalu," katanya dalam laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/7).

Dia menjelaskan, dasar hukum yang dipakai oleh Suek AG untuk mengajukan permohonan pailit terhadap perseroan dan anak usahanya adalah putusan arbitrase LCIA pada 24 November 2010 saat ini sedang digugat untuk dimintakan pembatalannya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Keputusan arbitrase itu adalah menghukum Dayaindo dan anak usahanya, PT Risna Karya Wardhana Mandiri (RKWM) untuk membayar ganti rugi kepada Suek AG sebesar US$1,19 juta ditambah bunga US$10.767. "Suek AG maupun kuasa hukumnya di Indonesia, tanpa memberikan alasan yang jelas tidak menghadiri sidang pertama pada 14 Juni 2012 tersebut. Selanjutnya majelis hakim yang memeriksa perkara gugatan perdata tersebut telah menjadwalkan sidang berikutnya pada 14 Agustus mendatang," jelas dia.

Dilayangkan Surat

Sebelum BEI melayangkan surat kepada PT Dayaindo Resources Internasional Tbk lantaran dikabarkan pailit. Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, guna menghindari potensi kerugian investor lebih besar lagi, pihaknya sudah melayangkan surat kepada Dayaindo Resources Internasional, “Bursa sudah kirim surat. Kita tunggu mereka 'reply', maksimal selama tiga hari kerja, lebih cepat lebih baik," ujarnya.

Kata Hoesen, sejauh ini laporan keuangan perseroan masih dalam kewajaran dan tidak ada yang dicurigai oleh pihak bursa. Kendatipun demikian, pihak bursa menunggu klarifikasi dari pihak perseroan, jika tidak ada informasi dari Dayaindo maka pihak bursa akan terus menghentikan perdagangan sementara sahamnya (suspensi).

Selain itu, BEI juga mensuspensi saham PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK). "Saat ini pihak BEI sedang meminta penjelasan lebih lanjut kepada Perseroan. Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Dayaindo Resources," kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa BEI, Umi Kulsum. (didi)

BERITA TERKAIT

40 Orang Lebih Ikut Gugat Pemerintah Terkait Polusi Udara

40 Orang Lebih Ikut Gugat Pemerintah Terkait Polusi Udara NERACA Jakarta - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyatakan penyampaian gugatan…

Mendag Enggartiasto Bantah Berikan Uang Kepada BSP

Mendag Enggartiasto Bantah Berikan Uang Kepada BSP NERACA Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita membantah keterangan bahwa dirinya memberikan…

RI Gandeng Swiss Terapkan Vokasi Dual System

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Petrokimia di Cilegon, Banten dan Politeknik Industri Agro di Lampung. Saat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan Penjualan Lahan 25,3 Hektar - DMAS Masih Mengandalkan Kawasan Industri

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan…

Targetkan Pembiayaan Rp 1 Triliun - Astra Finacial Tawarkan Promo Bunga 0%

NERACA Jakarta – Proyeksi pasar otomotif dalam negeri yang masih lesu, menjadi tantangan bagi pelaku industri otomotif untuk terus menggenjot…

Perkenalkan Fortofolio Bisnis - Astra Tampil di 1st Pacific Expo Selandia Baru

NERACA Jakarta – Menunjukkan eksistensinya di dunia internasional, PT Astra Internasional Tbk (ASII) menjadi satu dari lebih dari 100 perusahaan…