Agung Podomoro Targetkan Bangun 10 Superblok - Sepanjang 2012

NERACA

Jakarta – Seiring pertumbuhan pasar properti yang meningkat tajam, PT Agung Podomoro Land Tbk sebagai perusahaan properti terbesar di Indonesia hingga akhir tahun ini menargetkan akan mengembangkan 10 proyek superblok. Superblok yang dimaksud berlokasi di Jabodetabek, Bali dan Balikpapan.

"Kita menargetkan pengembangan 10 proyek superblok di Jabodetabek, Bali dan Balikpapan sampai akhir tahun (2012)," kata Indra Wijaya, Wakil Direktur Utama PT Agung Podomoro, di Jakarta, Kamis (18/7).

Dana yang akan digunakan untuk pengembangan tersebut, menurut Indra, termasuk dalam dana obligasi yang sebesar Rp 800 miliar. Rencananya, salah satu pengembangan proyek superblok adalah Green Bay yang terletak di kawasan strategis Pluit. Dari total lahan 12,5 ha, akan dikembangkan seluas 3-5 ha, untuk penambahan area dan perluasan taman.

Indra menambahkan, bangunan Superblok merupakan salah satu model bangunan yang sangat kuat di pasar properti. Hal itu karena pada bangunan Superblok ada sinergi antara bangunan yang satu dengan bangunan yang lain. Dengan konsep one stop living yang ditawarkan, sekaligus mengedepankan konsep green living, tingkat kepuasan pelanggan juga sangat baik, dan hal itu membuat mereka rela harus membayar mahal. Sampai saat ini, Agung Podomoro mencatat unit kios dan apartement untuk Green Bay, Pluit terjual antara 53%-96%.

"Superblok sangat tepat dikembangkan karena ada sinergi antara satu gedung dengan gedung yang lain dalam satu lokasi, karena itu kami akan terus mengupayakan untuk melakukan ekspansi perusahaan, dengan pengembangan proyek ataupun melakukan akuisisi proyek," tandas Indra.

Pasar properti dengan desain superblok tumbuh sangat menggembirakan. Hal itu ditunjukkan dengan tingginya minat pembeli terhadap bangunan hunian dan komersial secara terintegratif (one stop living). Pasalnya, dengan konsep desain tersebut, seseorang bisa secara terpadu melakukan aktivitasnya, sekaligus menghindari traffic jam yang semakin bertambah padat.

Di triwulan I-2012, tingkat hunian Senayan City adalah mencapai 98,2%, dan Central Park mencapai lebih dari 90%. Angka tersebut menunjukkan terbukanya peluang besar bagi pasar properti untuk mengoptimalkan pencapaian marketing sales dan pendapatan.

BERITA TERKAIT

Bangun Infrastruktur SID Butuh Rp650 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan biaya untuk investasi pembangunan infrastruktur Sistem Informasi Debitur atau…

Bank Banten Luncurkan 'Kredit Usaha Bangun Banten'

Bank Banten Luncurkan 'Kredit Usaha Bangun Banten' NERACA Serang - Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten) selaku Bank milik pemerintah…

64 Bank Terdampak Status Gunung Agung

  NERACA Bali - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sebanyak 64 bank umum dan bank perkreditan rakyat terdampak status awas…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Jelang 60 Tahun RI-Jepang - Menperin Pacu Kolaborasi Pengembangan Sektor Industri

NERACA Jakarta – Hampir enam dekade, Indonesia dan Jepang menjadi mitra strategis dalam upaya pembangunan ekonomi kedua negara. Oleh karena…

Produksi Lele Bioflok Sokong Suplai Pangan Berbasis Ikan

NERACA Sleman- Menteri Kelautan dan Perikanan yang diwakili Sekjen KKP, Rifky E Hardijanto melakukan panen perdana budidaya lele sisitem bioflok…

Industri Transportasi - Revolusi Media Digital Untuk Layanan Kereta Api

NERACA Jakarta - Saat ini DKI Jakarta dan sekitarnya sedang menggalakkan pembangunan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum di dalam…