Pelambatan Ekonomi China Perlu Diwaspadai

NERACA

Jakarta—Makin memburuknya kondisi ekonomi di Eropa diperkirakan akan berlangsung lama. Karena itu, bisa mengimbas pada ekspor Indonesia Meskipun, dampak yang terjadi tidak secara langsung, melainkan akibat pelambatan ekonomi China. "Sejalan dengan kuatnya permintaan domestik, pertumbuhan impor pada April dan Mei meningkat cukup tinggi,” kata Direktur Direktorat Departemen Riset Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Juda Agung, di Jakarta,18/7

Bank Indonesia mengakui tingginya impor dikarenakan kuatnya permintaan domestik. “Terutama impor barang modal, untuk penunjang pembangunan infrastruktur," tegasnya

Lebih jaub Juda mengatakan, dampak pelemahan global ke Asia terutama melalui peran China sebagai supply chain hub baru, menggantikan peran Jepang di era 90-an. Menurutnya, korelasi ekspor Indonesia ke China dan ekspor China semakin meningkat dalam lima tahun terakhir, terutama sebagai pengekspor komoditas.

Namun, kata Juda, ekspor Indonesia saat ini lebih dipengaruhi oleh perkembangan domestik demand, ketimbang ekspor china. "Dalam dua bulan pertama triwulan II-2012, ekspor mengalami perlambatan, namun ekspor ke China masih positif sebesar 16,1 persen pertumbuhannya year-on-year (yoy)," jelas dia.

Menurutnya, pada periode April-Mei 2012, ekspor komoditas utama menunjukan tren penurunan, terutama pada sektor harga. Kecuali, batu bara yang masih positif. "Lebih dari 80 persen komoditas yang di ekspor ke China berupa produk primer, khususnya batu bara dan CPO, yang dalam lima bulan pertama melambat," imbuhnaya. **ria

BERITA TERKAIT

Geliat YPA-MDR Bangun Desa Wisata Lewat Kebudayaan - Ciptakan Ekonomi Kerakyatan

Menunjukkan eksistensinya terhadap kepedulian pengembangan dunia pendidikan tanah air, khususnya masyarakat prasejahtera, PT Astra Internasional lewat Yayasan Pendidikan Astra-Michael D.…

Kejar Target Pertumbuhan, Belanja Modal Perlu Didorong

      NERACA   Jakarta - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan realisasi…

Capres dan Cawapres Tentukan Arah Ekonomi Indonesia

NERACA Jakarta – Presiden Jokowi memastikan untuk kembali mengikuti pemilihan presiden dan wakil presiden 2019. Secara resmi, Jokowi menggandeng Ketua…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Inalum Sebut Negosiasi dengan Freeport Belum Selesai

      NERACA   Jakarta - Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan negosiasi PT…

Pemerintah Minta Pemda Miliki Data RTLH dan Kawasan Kumuh

    NERACA   Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk memiliki data…

Kerap Mogok, LRT Palembang akan Dievaluasi Menyeluruh

    NERACA   Jakarta - Kementerian Perhubungan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional LRT Palembang, Sumsel menyusul kejadian berhenti…