Pendapatan Global Mediacom Terdongkrak 27,4%

NERACA

Jakarta - PT Global Mediacom Tbk (BMTR) mencatatkan pendapatan naik 27,4% menjadi Rp4,15 triliun pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp3,25 triliun. Laba bersih periode berjalan perseroan naik 34,02% menjadi Rp842,12 miliar pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 sebesar Rp628,32 miliar.

Demikian seperti dikutip dari laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/7). Beban perseroan naik menjadi Rp2,26 triliun hingga semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 senilai Rp1,67 triliun. Sehingga laba kotor perseroan menjadi Rp1,89 triliun pada semester pertama 2012 dari semester pertama 2011 senilai Rp1,58 triliun.

Laba per saham dilusi perseroan naik menjadi Rp40 pada semester pertama 2012 dari periode sama sebelumnya Rp31. Total kewajiban perseroan naik menjadi Rp5,09 triliun pada 30 Juni 2012 dari periode 31 Desember 2011 sebesar Rp4,29 triliun.

Ekuitas perseroan naik menjadi Rp11,29 triliun pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 senilai Rp10,81 triliun. Aset perseroan naik menjadi Rp16,39 triliun pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar Rp15,11 triliun. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp862,78 miliar pada 30 Juni 2012 dari 31 Desember 2011 senilai Rp896,42 miliar.

Sebelumnya pada awal Juli ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat A+ untuk BMTR. Peringkat tersebut juga untuk rencana obligasi I/2012 sebesar Rp1,25 triliun. Outlook dari peringkat tersebut adalah stabil.

Hasil dari obligasi tersebut akan digunakan untuk belanja modal dan pengembangan di bidang terkait media. Analis Pefindo, Niken Indriarsih menuturkan, peringkat itu mencerminkan kepemilikan mayoritas BMTR pada perusahaan media terbesar, yaitu PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT MNC SkyVision (MSKY), beragamnya jasa layanan media mulai dari media televisi, radio, cetak, online yang disediakan oleh anak perusahaan, dan arus kas yang baik dari anak perusahaan.

"Peringkat dibatasi oleh akses tidak langsung terhadap arus kas operasional, resiko terhadap fluktuasi mata uang asing sehubungan dengan utang dalam dolar Amerika Serikat pada anak perusahaan dan persaingan ketat pada industri media," tutur Niken, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, anak usaha BMTR lainnya, MSKY mencatat peningkatan kinerja di akhir semester pertama tahun 2012 ini, di mana perusahaan mampu membukukan peningkatan pendapatan sebesar 36% menjadi Rp1,1 triliun, dibandingkan dengan pendapatan periode yang sama di tahun lalu yang sebesar Rp814 miliar.

Melonjaknya pendapatan MSKY tersebut diatribusikan karena meningkatnya jumlah pelanggan menjadi 1,4 juta pelanggan pada semester pertama 2012, dibandingkan dengan 1 juta pelanggan pada periode yang sama tahun 2011, atau bertumbuh sebesar 40%.*

BERITA TERKAIT

CLAY Bidik Pendapatan Tumbuh 14,28%

NERACA Jakarta – Dibuka melesat tajam 126 point saham perdana PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) menjadi keyakinan manajemen bila…

Ekonomi Global Mulai Membaik - OJK Bidik Himpun Dana di Bursa Rp 250 Triliun

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis penggalangan dana di pasar modal tahun ini dapat mencapai Rp200 triliun hingga…

Kebanjiran Kontrak Baru - WEGE Incar Pendapatan Rp 7,72 Triliun

NERACA Jakarta – Seiring optimisme pertumbuhan pasar properti, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan pendapatan tahun ini sebesar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…