Tingkatkan Pasar Modal Syariah Masih Jadi Agenda OJK

NERACA

Jakarta – Terpilihnya dewan komisioner lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi tugas berat dalam mengatur industri pasar modal dan salah satunya meningkatkan pasar modal syariah yang selama ini belum berkembang.

Anggota dewan komisioner OJK Nurhaida mengatakan, pekerjaan rumah bagi dirinya adalah menggenjot pasar modal syariah, “OJK akan menggenjot pasar modal syariah agar bisa lebih berkembang lagi,”katanya di Jakarta, Rabu (18/7).

Saat ini, menurutnya dari sisi syariah juga sudah berkembang dan pasar modal syariah juga dituntut untuk lebih maju. Pasalnya, perencanaan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) sudah berjalan dan begitu juga rencana rekening dana nasabah yang dipisahkan juga sudah berjalan dan tinggal hanya memonitornya.

Tidak hanya itu, kata Nurhaida, di pasar modal dinilainya sudah berjalan sesuai dengan planning di master plan. “Tahun ini ada infrastruktur yang diselesaikan. Alhamdulillah sudah selesai tinggal implementasinya,"ungkapnya.

Kemudia dia juga menegaskan, transisi regulator lama ke OJK tidak akan menggangu perkembangan industri pasar modal. Alasannya, kondisi ini sudah direncanakan dan juga sudah ada infrastruktur untuk melakukan rencana yang sudah dibuat dalam master plan tersebut.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kementrian Keuangan, Ani Ratnawati mengakui, minimnya ketertarikan investor untuk berinvestasi di saham syariah terutama sukuk disebabkan oleh masih minimnya variasi produk dan keterbatasan informasi mengenai prinsip-prinsip saham syariah.

Ani menegaskan, perlu edukasi secara insentif dan tidak instan untuk mendorong agar perkembangan indeks lebih bagus. “Tapi perkembangannya ini karena orang lebih terbiasa di konvensional dibanding syariah. Ini butuh waktu untuk mengedukasi ke masyarakatnya. Tidak hanya masyarakat saja tapi juga ke pelaku pasar, baik itu konsumer dan penjual”, ujarnya.

Sementara pengamat ekonomi UI Lana Soelistianingsih pernah bilang, minimnya ketertarikan investor untuk berinvestasi di industri syariah Indonesia lantaran pemerintah tidak memiliki roadmap dan keseriusan menggarap industri syariah, “Pemerintah memang tidak pernah serius mengembangkan industri ini dan cenderung menutup sebelah mata,”katanya.

Oleh karena itu, Lana pesimistis pertumbuhan pasar modal syariah bisa lebih maju dari Malaysia. Alasannya, road map atau blueprint pemerintah mengembangkan industri syariah masih jauh dari harapan. Dijelaskannya, kalau pun ada paling hanya memenuhi syarat saja. Begitu juga dengan pengembangan sumberdaya manusia (SDM) syariah. “Semuanya itu hanya lip-service. Yang paling penting disini implementasi,”tegasnya.

Asal tahu saja, Bapepam LK mengkaji empat masterplan terkait pengembangan pasar modal dengan efek syariah. Keempat masterplan itu meliputi pengembangan regulasi, produk, kesetaraan produk, dan sumber daya manusia.

Ety Retno Wulandari, Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Bapepam LK menyatakan, saat ini terdapat 228 saham syariah yang tercatat dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang dikeluarkan Bapepam-LK setiap enam bulan atau 51% dari total saham di pasar modal. (bani)

BERITA TERKAIT

IMF: Perang Dagang AS-China Tingkatkan Risiko - PENGUSAHA KHAWATIR PERLAMBATAN EKONOMI

Jakarta-Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund-IMF) mengingatkan, kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan perang dagang dengan China dapat meningkatkan…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…

Nissan SUV New Terra Masuk Pasar Asia Tenggara

Nissan meluncurkan SUV New Terra di Filipina sebagai bagian dari langkah perusahaan guna memperkuat komitmennya di kawasan Asia Tenggara. Pelanggan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…