Adira Serius Garap Bisnis Syariah

Hindari LTV

Kamis, 19/07/2012

NERACA

Jakarta – Aturan pembatasan terkait uang muka atau down payment (DP), alias loan to value ratio (LTV) yang dikeluarkan Bank Indonesia membuat sejumlah multifinance melakukan maneuver di sector syariah, tak terkecuali PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk pun memperbesar bisnis syariahnya. "Ada aturan baru yang di mana syariah tidak terkena aturan,” kata President Director Adira, Wily Suwandi Dharma di Jakarta, Rabu (18/7)

Karena itulah, kata Wily, Adira melihat ada prospek pembiayaan syariah yang akan terus tumbuh seiring dengan aturan pembatasan uang muka (DP) yang tidak berlaku untuk pembiayaan syariah. “Jadi saya melihat dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang baik dengan kelas menengah yang baik, maka baik syariah dan konvensional akan tumbuh," tambahnya

Lebih jauh Willy mengaku, Adira saat ini mulai serius untuk menggarap sektor pembiayaan syariah. Namun Ia belum bisa bicara mengenai pertumbuhan pembiayaan syariah di Adira.

Hanya saja, Wily optimis dengan potensi dan peluang di bisnis syariah. Karena masyarakat Indonesia sebagian besar muslim. Ada kemungkinan pada 2012 ini proporsi pembiayaan syariah di Adira ditarget mencapai angka 5% sampai 10% atau Rp 3,2 triliun dari total target pembiayaan 2012 yang mencapai Rp Rp 32 triliun. "Sekarang kita ada unit syariah karena baru, belum bisa bicara tapi saya yakin akan tumbuh cukup baik, 5% sampai 10%," ujarnya

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Agus Martowardojo membuat aturan, DP kredit motor di multifinance minimal 20%, sementara untuk DPR kredit mobil minimal 25%. **cahyo