Obligasi Agung Podomoro Danai 25% Akuisisi Lahan - Tawarkan Bunga 9,2%

NERACA

Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) akhirnya merealisasikan penerbitan obligasinya yang kedua senilai Rp 800 miliar. Pada penerbitan obligasi tersebut, perseroan menawarkan bunga di kisaran 9,2% sampai 9,875% untuk 5 tahun.

Kata Direktur Utama Agung Podomoro Land Trihatma Kusuma Haliman, dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk mendanai 5 proyek dan akuisisi perusahaan, “Jadi untuk realisasi dana obligasi ini akan digunakan paling banyak untuk 5 proyek pengembangan dan akuisisi," katanya di Jakarta, Rabu (18/7).

Hal senada juga disampaikan Wakil Direktur II PT Agung Podomoro Land Tbk, Indra Wijaya, setelah dikurangi dengan biaya emisi, dana obligasi akan digunakan perseroan untuk ekspansi usaha di bidang properti, baik melalui perseroan maupun entitas anak perusahaan. “Dari dana obligasi ini, akan digunakan sebanyak 75% untuk pengembangan proyek dan sisanya 25% untuk akusisi.”ungkapnya.

Obligasi perseroan ditawarkan dengan nilai 100% dari nilai nominal obligasi dengan kisaran tingkat bunga 9,2-9,875%. Untuk pembayaran bunga sendiri akan dibayarkan setiap tiga bulan. Indikatif kupon di range tersebut menurut Trihatma, dengan didasarkan pada pertimbangan rating perseroan yang cukup baik, rating obligasi-obligasi sejenis di pasar, di samping mempertibangkan pula untuk appraisingnya harus optimal, baik untuk perseroan mupun investor.

Rencananya, obligasi akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) 16 Agustus dan diharapkan bisa efektif 8 Agustus tahun ini. Adapun yang ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi adalah PT Deutsche Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, dan PT Mandiri Securities.

Peringkat Stabil

Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan kembali peringkat “idA” untuk PT Agung Podomoro Land Tbk dan obligasi I/2011. Pefindo juga memberikan peringkat “idA” untuk Obligasi II/2012 senilai maksimum Rp1,2 triliun yang akan diterbitkan oleh Perusahaan. "Outlook terhadap peringkat Perusahaan tersebut adalah “stabil”. Peringkat mencerminkan posisi bisnis APLN yang kuat di industri properti, khususnya pada segmen hunian vertikal dan kualitas aset Perusahaan yang di atas rata-rata," kata Analis Pefindo, Vonny Widjaja dan Rachmadi Kurniawan.

Sedangkan faktor-faktor yang membatasi peringkat adalah tingkat leverage keuangan yang meningkat dalam waktu dekat untuk membiayai ekspansi bisnis perusahaan dan ketergantungan APLN pada penjualan properti yang sensitif terhadap kondisi makro ekonomi.

APLN adalah bagian dari Grup Agung Podomoro (Grup), pengembang yang menjadi pemimpin pasar pada segmen hunian vertikal, dengan target pasar kalangan menengah.

Per 31 Maret 2012, pemegang saham Perusahaan adalah PT Indofica (dengan kepemilikan 47,29%), PT Jaya Lestari Persada (14,68%), PT Simfoni Gema Lestari (5,07%), Trihatma Kusuma Haliman (3,03%), Jajaran Direksi dan Komisaris (0,07%) and publik (29,86%). (lia)

BERITA TERKAIT

BI Yakin Ditahannya Suku Bunga Tak Munculkan Capital Outflow

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) meyakini modal asing yang masuk ke domestik tidak akan lari…

Bank Mayora Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

Guna perkuat likuiditas, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) akan kembali menerbitkan surat utang senilai Rp 500 miliar. Berdasarkan pengumuman Kustodian…

Bank BJB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - Incar Pertumbuhan Kredit 13%

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kredit tahun ini lebih agresif lagi, PT Bank BJB Tbk (BJBR) bakal menerbitkan obligasi senilai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Bangun Kampung Investor di Bengkulu

Dalam rangka memasyarakatkan pasar modal atau mendorong minat masyarakat berinvestasi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana membangun…

Laba Bersih Acset Indonusa Tumbuh 27,14%

Di kuartal pertama 2018, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatat kenaikan laba bersih 27,14% menjadai Rp 38,92 miliar dibandingkan priode…

BEI Targetkan 2000 Investor di Sulawesi Utara

Sepanjang tahun ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara (Sulut) menargetkan sebanyak 2.000 investor.”Kami cukup optimis target investor ini…