AKRA Suntik Modal Anak Usaha Senilai Rp 260 Miliar

NERACA

Jakarta - Emiten distributor bahan bakar minyak, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor anak usahanya, PT Usaha Era Pratama Nusantara sebesar Rp 260 miliar."Adapun peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor tersebut sejumlah Rp 260 miliar diambil bagian serta disetor penuh seluruhnya oleh perseroan," kata Direktur Jimmy Tandyo seperti dijelaskan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/7).

Lebih lanjut, modal ditempatkan dan modal disetor perseroan yang awalnya Rp 90 miliar menjadi Rp 350 miliar. Adapun AKRA menguasai sebanyak 99,99%. Sementara sisanya dimiliki oleh PT Andahensa Abadi sebesar 0,001%.

Dana yang diperoleh oleh PT Usaha Era Pratama Nusantara akan digunakan untuk kebutuhan perusahaan itu sendiri. Juga untuk investasi pada perusahan yang bergerak dalam kegiatan usaha sejenis.

Dia menjelaskan, penambahan modal di anak usaha tersebut bukan merupakan transaksi material dan bukan merupakan perubahan kegiatan usaha utama. Tapi, dia menjelaskan transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi.

Terkait kinerja di kuartal I-2012, Distributor bahan bakar minyal AKRA membukukan penjualan senilai Rp 5,14 triliun, tumbuh 18,08% dibandingkan dengan pendapatan para periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 4,35 triliun.

Distribusi BBM masih menjadi penopang utama pendapatan perseroan dengan raihan sebesar Rp 4,05 triliun, setara dengan 78,83% dari pendapatan konsolidasi. Sementara itu, pendapatan dari penjualan bahan kimia menyumbang Rp747,07 miliar, atau setara dengan 14,53% dari pendapatan konsolidasi.

Raihan pertumbuhan paling kinclong disabet pertambangan batu bara yang merupakan lini usaha baru AKRA tersebut. Hingga Maret 2012, pertambangan batu bara menyumbang hingga Rp 37,46 miliar, tumbuh pesat 3548,83% dibandingkan dengan raihan tahun sebelumnya senilai Rp 1,03 miliar.

Meski mencatat pertumbuhan penjualan, namun pos laba bersih AKRA justru tertekan. Pada kuartal I tahun ini, jumlah laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 160,44 miliar, anjlok 91,14% dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya senilai Rp 1,81 triliun. (didi)

BERITA TERKAIT

Geliatkan Transaksi Pasar ETF - BEI Berikan Insentif Hapus Biaya Transaksi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan pasar exchange traded fund (ETF), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berbenah melakukan pembangunan infrastruktur,…

Pertebal Likuiditas - Adhi Karya Rencanakan Rights Issue dan PMN

NERACA Jakarta – Geliatnya pembangunan infrastruktur yang tengah di bangun pemerintah memacu PT Adhi Karya (Perseo) Tbk (ADHI) untuk mengembangkan…

Maybank Indonesia Cetak Laba Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Pendapatan PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) sepanjang tahun 2019 kemarin tumbuh 3,7% menjadi Rp10,8 triliun,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kadin: Industri Tidak Bisa Langsung Tumbuh Meski Harga Gas Turun

NERACA Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menilai bahwa penurunan harga gas industri yang rencananya akan mulai berlaku…

Beli Rumah di Usia Muda Bukan Lagi Mustahil

Empat tahun sejak di lantik menjadi perwira polisi, Nuril Fajar (25) memberanikan diri mengambil rumah di usia muda. Hal ini…

PP Properti Rilis Obligasi Rp 401,3 Miliar

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, emiten properti PT PP Properti Tbk (PPRO) akan menerbitkan dua seri obligasi senilai dari…