Patahkan Mitos Seputar Rambut

Product Manager Garnier Hair PT L'Oreal Indonesia : IMELDA HALIM

Sabtu, 21/07/2012

Neraca

Dengan niat baik dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya, maka hasil yang diharapkan pasti yang terbaik, maka pilihlah produk yang terbaik untuk mahkota dirimu. Demikian perempuan berparas cantik ini berprinsip. Imelda Halim namanya, sosok kelahiran 16 September 1982 yang merentas kariernya sebagai Product Manager Garnier Hair, sebuah produk perawatan dan pewarnaan rambut produksi PT L’Oreal Indonesia.

Imel, akrab ia disapa menuturkan bahwa banyak produk perawatan dan pewarnaan rambut yang tersedia di pasar, namun konsumen harus berhati-hati memilih produk yang terbaik untuk rambut. Artinya, pastikan bila kandungan yang ada dalam produk tertentu justru tidak akan merusak rambut.

Karena itu ia menyarankan agar para pengguna produk perawatan rambut untuk berhati-hati dalam memilih produk yang sesuai. “Kita harus cerdas memilih yang terbaik untuk mahkota (rambut-red) yang kita miliki,” tegas lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tahun 2000 ini bersikap.

Berlatar belakang pengetahuan Psikologi dan Marketing, Imel ingin menggabungkan teori marketing dan ilmu perilaku manusianya, didalam strategi pemasaran produk. “Strategi marketing kita akan lebih baik bila kita mengetahui detail selak beluk konsumen kita sendiri, jadi komunikasi yang digunakan akan lebih tepat dan lebih dipahami konsumen.”

Menurut Imel, pengetahuan psikologi yang dimilikinya sangat membantu ia dalam mendeteksi keinginan konsumen, terutama dalam hal kecantikan, “Merasa tampil cantik, erat kaitannya dengan psikologi,” ungkapnya. Karena ia memandang kombinasi pengetahuan yang dimilikinya menjadi cara jitu dalam melihat kebutuhan konsumen untuk tampil cantik dan menarik.

Anak sulung dari tiga bersaudara dari pasangan Irwan Halim dan Zubaidah Rasad ini menerangkan bahwa untuk mendapatkan produk yang terbaik, ketelitian dalam memilih produk menjadi keharusan. Termasuk untuk tak segan bertanya seputar produk yang dipilih menjadi langkah tepat dan cerdas dalam menentukan produk yang terbaik bagi rambut.

“Jangan malu untuk bertanya, baik teman, kolega, atau para beauticians dibanyak toko dan salon kecantikan. Bisa juga mencari informasi dari media cetak, majalah ataupun internet,” kata Imel, sehingga kita mantab memilih yang terbaik.

Namun ia pun masih merasakan bila tak sedikit masyarakat Indonesia yang hingga kini percaya dengan mitos seputar penggunaan zat pewarna rambut. Seperti pada wanita hamil, penggunaan pewarna rambut akan mempengaruhi perkembangan janin, atau kerusakan rambut lainnya akibat pewarna rambut.

“Mungkin karena dahulu, banyak pewarna rambut yang mengandung bahan yang berbahaya,” kata Imel, namun produk pewarnaan saat ini, menurutnya lebih higinies karena telah melalui uji labotarium yang memiliki standar tinggi bagi kesehatan.

Imel pun berkisah. Saat ia akan memilih produk yang terbaik bagi rambutnya, ia bahkan mencoba beberapa merk produk yang cocok bagi rambutnya setelah mencari cukup informasi tentang produknya.

“Saya biasanya memeriksa kandungan sebuah produk terlebih dahulu dan mencari cukup informasi tentang produk tersebut sebelum membeli agar yakin dengan apa yang saya pilih,” ujarnya, dengan tetap memperhatikan cara penggunaan.

Karena dengan niat baik, kata Imel, dan melakukannya dengan baik, maka hasilnya pun pasti baik. Ia mencontohkan saat seseorang memilih produk untuk rambutnya, “Dengan niat baik untuk merawat rambut, dan menggunakannya sesuai cara dan aturan penggunaan, maka hasil pun akan terlihat sangat baik,” ujarnya menerangkan.

Dengan memperhatikan cara penggunaan, kata Imel, merupakan langkah penting, “Karena akan mempengaruhi kesempurnaan hasil,” ujar pendamping Nugo Trinugraha yang mempersunting dirinya enam bulan lalu ini mengingatkan.

Peraih gelar master dibidang Marketing Management dari Aston Business School, Inggris tahun 2005 ini menilai bahwa tak sedikit perempuan Indonesia, terutama di kota besar seperti Jakarta, yang senang menghabiskan waktu di salon kecantikan, baik untuk perawatan rambut, tubuh, wajah, atau sekadar socialita dalam pergaulan.

Namun yang harus diingat adalah kehati-hatian dalam memilih produk yang tepat, terutama rambut dan kulit, “Pilih yang terbuat dari bahan alam agar aman untuk kita, apalagi bila digunakan setiap hari,” ujar penggemar sambal balado ini.

Ditanya soal fatwa MUI seputar larangan mengecat rambut, Imel tidak terlalu khawatir karena produknya sudah teruji banyak pihak, termasuk laboratorium dan pemerintahan setempat, “Kita serahkan saja kepada masyarakat untuk bersikap,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebagai perusahaan yang berskala worldwide dengan menjangkau jaringan bisnis yang dipasarkan ke mancanegara, ia merasa tidak terlalu kuatir. Imel mencontohkan, bila sejumlah produk kecantikan yang juga dipasarkan ke negeri Malaysia yang mayoritas beragama muslim.

Di Malaysia, terang Imel, semua produk kecantikan harus melalui proses pengujian untuk mendapatkan sertifikasi halal yang kemudian ditempelkan di produk yang lolos pengujian, “Dan kami lolos pengujian itu,” ungkapnya. Dengan berlabelkan halal dari otoritas setempat, maka semua produk kecantikan L'oreal pun dapat ditemui seantero negeri jiran.